PLN dan Huawei Resmikan Joint Innovation Center

Peresmian kerja sama Joint Innovation Center (JIC) Direktur Utama PLN Darmawan Peasodjo (tengah kanan) dan CEO of Huawei Indonesia Guo Hailong (tengah kiri). (ist)

Bisnismanado.com, Jakarta –  PLN (Persero) dan Huawei Indonesia secara resmi meresmikan Joint Innovation Center (JIC) sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi pengembangan teknologi dan digitalisasi. Melalui kesepakatan ini, keduanya berkomitmen untuk memajukan inovasi digital di sektor kelistrikan dan Beyond kWh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa JIC akan menjadi landasan kuat untuk mengatasi tantangan dalam transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Kolaborasi ini juga menunjukkan komitmen PLN dalam menghadapi perubahan iklim secara global.

Bacaan Lainnya

”JIC ini akan menjadi landasan, di mana kita akan mampu memetakan setiap tantangan teknis, tantangan strategis, tantangan operasional, tantangan investasi, sedemikian rupa. Sehingga setiap tantangan dapat diatasi, dapat dimitigasi, dapat dikelola sehingga kita dapat terus bergerak maju dan mencapai misi,” ujar Darmawan.

”Upaya bersama ini sebenarnya menunjukkan kepada dunia, bahwa PLN tidak hanya serius dalam memerangi perubahan iklim, namun kami mengambil kepemimpinan tidak hanya di tingkat nasional, tidak hanya di tingkat regional, tapi juga di tingkat dunia. Ini adalah perubahan iklim global, merupakan tantangan global, merupakan masalah global, oleh karena itu harus ditangani secara global,” lanjut Darmawan.

Megahmark

Peresmian kerja sama Joint Innovation Center (JIC) Direktur Utama PLN Darmawan Peasodjo (tengah kanan) dan CEO of Huawei Indonesia Guo Hailong (tengah kiri). (ist)

Dalam pernyataannya, Darmawan mengapresiasi kerja sama ini dan berharap cakupannya dapat diperluas untuk memberikan dampak langsung pada transformasi bisnis dan transisi energi PLN.

”Saya dengan tulus mengapresiasi tim Huawei, tim PLN, dan para ahli. Luar biasa kerja kerasnya, semoga ini tidak hanya dilaksanakan, tapi juga segera diperluas, sehingga dampaknya langsung nyata juga di lapangan,” tutur Darmawan.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo, menjelaskan bahwa JIC memiliki tiga fokus utama: innovation center, enablement center, dan experience center. Mereka berharap JIC dapat menghasilkan produk, solusi, model, dan aplikasi baru di bidang kelistrikan dan di luar kelistrikan.

Hartanto optimistis bahwa kolaborasi antara PLN dan Huawei akan menjadikan PLN sebagai perusahaan terdepan di sektor ketenagalistrikan dan Beyond kWh, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat Asia Tenggara dan dunia.

CEO Huawei Indonesia, Guo Hailong, menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama ini akan menghasilkan banyak inovasi dan prestasi. Dia berharap kolaborasi ini dapat terus dilanjutkan, membentuk ekosistem dan nilai bisnis unggul untuk Indonesia, PLN, dan Huawei.

Guo Hailong menutup pernyataannya dengan mengajak untuk bersama-sama berinovasi, bekerja sama seperti bunga yang mekar, dan memperbaiki kekurangan untuk menciptakan momen luar biasa dan berkesan di masa depan.

”Jadi mari kita berinovasi, bekerja sama seperti bunga yang mekar untuk memperbaiki kekurangan, di masa depan mungkin dalam satu atau dua tahun kita akan melihat kembali hasil inovasi hari ini. Saya yakin ini akan menjadi momen yang luar biasa dan berkesan,”  ujarnya. (rls/bim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *