BisnisManado.com, Manado — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Sarapung terus memperkuat peran UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pelatihan peningkatan kapasitas usaha yang digelar di Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, 2–3 Juni 2026.
Sebanyak 20 pelaku UMKM di Kota Manado mengikuti program tersebut untuk memperluas wawasan bisnis, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat kesiapan menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Pelatihan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka perspektif baru mengenai peluang usaha yang berkembang seiring tren ekonomi berkelanjutan dan perdagangan global.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan limbah plastik melalui materi “Kreasi Limbah Sampah Plastik Menjadi Karya Seni Bernilai” yang disampaikan Ketua Komunitas Bunaken Setia Usaha, Yultje Bataha.
Materi tersebut memperlihatkan bagaimana limbah plastik dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Selain menciptakan peluang usaha baru, pendekatan tersebut juga mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sementara itu, hari kedua peserta memperoleh pemahaman mengenai peluang ekspor melalui sesi “Dari Lokal Untuk Global; Bagaimana Memulai Ekspor Untuk Produk Lokal” yang dibawakan oleh Koordinator Rumah Ekspor Nusantara, Wahyudi Mokoagouw.

Peserta dibekali berbagai pengetahuan mulai dari tahapan awal ekspor, identifikasi pasar potensial, hingga strategi meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional. Materi ini dinilai relevan mengingat semakin terbukanya akses UMKM terhadap pasar global.
Branch Office Head BRI Sarapung, David Ronald Sihombing, mengatakan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.
Menurutnya, pelaku usaha perlu terus beradaptasi terhadap perubahan pasar dan perkembangan teknologi agar mampu menciptakan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan.

“Melalui pelatihan ini, BRI ingin memberikan bekal pengetahuan dan wawasan baru kepada para pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta menciptakan usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing,” kata David (3/5/2026).
David menambahkan, BRI akan terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang mampu memperkuat fondasi bisnis UMKM, baik dari sisi kapasitas usaha, inovasi produk, maupun akses pasar.
Dengan kombinasi inovasi, kreativitas, dan pemahaman terhadap peluang ekspor, UMKM diharapkan mampu meningkatkan skala usaha sekaligus berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
(bim)








Tinggalkan Balasan