BisnisManado.com – Penjualan seri terbaru iPhone 17 tengah mengguncang pasar global. Produk unggulan Apple ini bukan hanya diserbu konsumen di berbagai negara, tapi juga berhasil mendongkrak nilai kapitalisasi pasar perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat (AS), hingga menembus rekor baru.
Mengutip CNBC dari laporan Reuters, saham Apple sempat menembus level US$269,89 (sekitar Rp4,4 juta) per lembar. Pencapaian ini membuat Apple resmi menjadi perusahaan ketiga di dunia yang berhasil menyentuh kapitalisasi pasar US$4 triliun atau sekitar Rp66.500 triliun. Meski sempat terkoreksi tipis ke US$3,992 triliun (Rp66.370 triliun), capaian ini tetap menjadi tonggak bersejarah bagi raksasa teknologi tersebut.
Kenaikan ini tidak lepas dari efek peluncuran iPhone 17 pada 9 September 2025, yang memicu lonjakan minat beli di berbagai negara. Sejak peluncurannya, saham Apple tercatat naik 13%, menandakan antusiasme pasar terhadap lini produk terbaru itu.

“iPhone masih menjadi mesin utama laba dan pendapatan Apple. Semakin banyak perangkat yang terjual, semakin besar peluang perusahaan memperluas ekosistemnya,” ujar Chris Zaccarelli, Kepala Investasi Northlight Asset Management, tulis CNBC dari Reuters, Rabu (29/10/2025).
Meski begitu, Apple tetap menghadapi tantangan besar, mulai dari persaingan ketat di pasar China hingga tarif ekspor baru dari pemerintah AS yang turut berdampak pada basis produksi Apple di China dan India.
Namun, antusiasme publik tampaknya menjadi penopang kuat. Menurut laporan firma analis Counterpoint, permintaan awal (pre-order) iPhone 17 di China dan AS tercatat naik 14% dibandingkan model sebelumnya. Bahkan, model anyar seperti iPhone Air dinilai mampu memberi tekanan baru pada para pesaing utama, termasuk raksasa teknologi asal Korea Selatan.
Selain memacu penjualan, keberhasilan iPhone 17 juga membantu meredakan kekhawatiran investor terkait perlambatan kompetisi di sektor kecerdasan buatan (AI).
Dengan momentum positif ini, Apple kembali membuktikan kemampuannya menggabungkan inovasi, desain, dan strategi bisnis yang solid, sekaligus memastikan posisi mereka tetap berada di puncak industri teknologi global.
(bim)









Tinggalkan Balasan