Penulis : Marzerico Laurens
Mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Manado
[email protected]

Abstrak
Permainan anak merupakan Lagu bagian dari budaya tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki fungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan. Melalui lagu permainan, anak-anak belajar berbagai nilai kehidupan, seperti kerja sama, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap budaya daerah. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam lagu permainan anak “Cing Nene”, salah satu lagu permainan tradisional yang berkembang di Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur mengenai pendidikan musik, permainan tradisional, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa lagu permainan “Cing Nene” mengandung nilai edukatif yang meliputi nilai sosial, moral, karakter, budaya, emosional, serta perkembangan kognitif dan motorik anak. Oleh karena itu, lagu permainan tradisional perlu terus dilestarikan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus sebagai upaya menjaga warisan budaya bangsa.

I. Pendahuluan
Lagu permainan anak merupakan salah satu bentuk warisan budaya lisan yang telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia sejak lama. Keberadaan lagu permainan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai pendidikan bagi anak. Melalui lagu yang dipadukan dengan aktivitas bermain, anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengembangkan berbagai aspek perkembangan, seperti kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial, emosional, dan karakter. Oleh karena itu, lagu permainan anak memiliki peran penting dalam proses pendidikan, khususnya pada masa anak usia dini dan sekolah dasar.

Indonesia sebagai negara yang memiliki keragaman budaya menyimpan banyak lagu permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah. Setiap lagu permainan memiliki ciri khas yang mencerminkan nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Selain menjadi bagian dari identitas budaya, lagu permainan juga mengandung pesan moral, norma sosial, dan kearifan lokal yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui lagu permainan, anak-anak tidak hanya belajar bernyanyi dan bermain, tetapi juga belajar menghargai kebersamaan, bekerja sama, mematuhi aturan, serta mengenal budaya daerahnya sendiri.

Salah satu lagu permainan tradisional yang dikenal oleh masyarakat Sulawesi Utara adalah “Cing nene”. Lagu ini biasanya dinyanyikan dalam permainan kelompok yang melibatkan gerakan dan interaksi antarpemain. Kesederhanaan lirik dan iramanya membuat lagu ini mudah dipelajari oleh anak-anak. Di balik bentuknya yang sederhana, lagu “Cing Nene” mengandung berbagai nilai edukatif yang dapat mendukung perkembangan peserta didik, baik dari aspek sosial, emosional, moral, maupun budaya. Lagu ini juga menjadi salah satu media pewarisan budaya lokal yang masih bertahan di tengah masyarakat.

Namun demikian, perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah membawa perubahan terhadap pola bermain anak. Permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kini semakin tergeser oleh permainan berbasis gawai. Akibatnya, banyak anak yang kurang mengenal lagu permainan daerah, termasuk nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dan masyarakat untuk melestarikan lagu permainan tradisional sebagai bagian dari pembelajaran berbasis budaya lokal sekaligus sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik.

(Foto : magnific.com)

Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam lagu permainan anak “Cing nene” dari Sulawesi Utara. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran lagu permainan tradisional sebagai media pendidikan yang efektif serta menjadi salah satu upaya pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik, orang tua, maupun peneliti dalam memanfaatkan lagu permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang mampu mengembangkan karakter, kreativitas, dan kecintaan anak terhadap budaya daerah.

II. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan mendeskripsikan serta menganalisis nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam lagu permainan anak tradisional, khususnya lagu “Cing nene” dari Sulawesi Utara.

Sumber data dalam penelitian terdiri atas data primer dan dan data sekunder. Data primer berupa lirik lagu “Cing Nene”, bentuk permainan yang menyertai lagu, serta dokumentasi mengenai pelaksanaan permainan. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen yang membahas pendidikan musik, permainan tradisional, pendidikan karakter, dan budaya daerah.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, yaitu mengumpulkan berbagai referensi yang berkaitan dengan objek penelitian. Selanjutnya dilakukan proses membaca, mencatat, mengklasifikasikan, dan membandingkan berbagai informasi yang diperoleh dari sumber-sumber tersebut.

Teknik analisis data menggunakan analisis isi. Analisis dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: (1) mengidentifikasi lirik lagu dan bentuk permainan; (2) mengelompokkan unsur-unsur yang mengandung nilai edukatif; (3) menginterpretasikan makna nilai-nilai tersebut berdasarkan teori pendidikan, pendidikan karakter, dan pendidikan musik; serta (4) menyusun kesimpulan mengenai kontribusi lagu permainan anak terhadap perkembangan peserta didik.

Untuk menjamin keabsahan data, penelitian menerapkan triangulasi sumber, yaitu membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu sehingga interpretasi yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah yang kuat.

III. Hasil dan Pembahasan
a. Lagu Permainan Anak sebagai Media Pendidikan
Lagu permainan anak merupakan perpaduan antara musik, bahasa, gerak, dan aktivitas bermain. Dalam proses bermain, anak belajar tanpa merasa sedang diajar. Suasana belajar menjadi lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga materi atau nilai yang ingin disampaikan lebih mudah diterima.

Menurut para ahli pendidikan musik, lagu permainan memiliki fungsi sebagai media untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, sosial, dan budaya anak. Oleh karena itu, lagu permainan memiliki kedudukan penting dalam pendidikan anak usia dini maupun pendidikan dasar.

b. Gambaran Lagu Permainan Anak “Cing Nene”
“Cing Nene” merupakan salah satu lagu permainan tradisional yang dikenal di masyarakat Sulawesi Utara. Lagu ini biasanya dinyanyikan secara berkelompok sambil melakukan gerakan tertentu, seperti membentuk lingkaran, berjalan mengikuti irama, atau melakukan permainan sederhana sesuai aturan yang telah disepakati.

Irama lagu yang ceria membuat anak-anak mudah menghafalnya. Selain memberikan hiburan, lagu ini juga menjadi sarana interaksi sosial karena dimainkan bersama teman-teman. Melalui permainan tersebut, anak belajar mengikuti aturan, menjaga kekompakan, dan menghargai sesama.

(Foto Istimewa, internet)

c. Nilai Edukatif dalam Lagu Permainan Anak “Cing Nene”
1. Nilai Sosial
Lagu “Cing Nene” dimainkan secara berkelompok sehingga mendorong anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Dalam permainan, anak belajar bekerja sama, saling membantu, menghargai giliran, dan menjaga kekompakan kelompok.

Kemampuan bersosialisasi yang diperoleh melalui permainan ini menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari karena anak belajar hidup berdampingan dengan orang lain.

2. Nilai Karakter
Permainan yang mengiringi lagu mengajarkan anak untuk mematuhi aturan yang telah disepakati bersama. Anak belajar disiplin, bertanggung jawab, sportif, dan jujur selama permainan berlangsung.

Nilai-nilai karakter tersebut sangat penting dalam membentuk kepribadian anak sejak usia dini.

3. Nilai Moral
Dalam permainan tradisional, anak diajarkan untuk menerima kemenangan maupun kekalahan dengan lapang dada. Anak juga belajar menghargai teman, tidak berbuat curang, serta menjaga sikap selama bermain.

Pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran moral yang berlangsung secara alami.

4. Nilai Budaya
“Cing Nene” merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Sulawesi Utara. Dengan mempelajari dan memainkan lagu ini, anak mengenal identitas budaya daerahnya sendiri.

Pelestarian lagu permainan tradisional juga menjadi upaya menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tidak hilang akibat perkembangan zaman.

5. Nilai Bahasa
Lirik lagu memperkenalkan kosakata daerah kepada anak. Melalui pengulangan lagu, kemampuan mendengar, berbicara, dan mengingat anak berkembang dengan baik.

Selain memperkaya kemampuan berbahasa, kegiatan ini juga membantu melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.

6. Nilai Kognitif
Anak belajar memahami aturan permainan, mengingat urutan lagu, mengenali pola irama, serta menyesuaikan gerakan dengan tempo musik.

Kegiatan tersebut melatih konsentrasi, daya ingat, kemampuan berpikir logis, dan
pemecahan masalah sederhana.

7. Nilai Motorik
Gerakan yang mengikuti lagu membantu perkembangan motorik kasar maupun motorik halus. Anak belajar mengoordinasikan gerakan tubuh sesuai dengan irama musik sehingga keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi tubuh semakin berkembang.

8. Nilai Emosional
Permainan musik menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga anak dapat mengekspresikan kegembiraan, mengurangi rasa cemas, serta meningkatkan rasa percaya diri ketika bermain bersama teman.

Perkembangan emosional yang sehat akan mendukung kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan.

d. Relevansi dalam Pendidikan
Lagu permainan tradisional seperti “Cing Nene” masih sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah. Guru dapat memanfaatkannya dalam pembelajaran seni budaya, pendidikan karakter, maupun kegiatan pengembangan motorik.

Melalui lagu permainan daerah, peserta didik tidak hanya belajar musik, tetapi juga mengenal budaya lokal, membangun kerja sama, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.

e. Tantangan Pelestarian Lagu Permainan Anak
Perkembangan teknologi digital menyebabkan anak-anak semakin jarang memainkan permainan tradisional. Waktu bermain lebih banyak dihabiskan dengan gawai sehingga interaksi sosial secara langsung mulai berkurang.

Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam melestarikan lagu permainan tradisional. Guru dapat memasukkan lagu daerah ke dalam kegiatan pembelajaran, sementara orang tua dapat mengenalkannya sejak anak masih kecil melalui permainan di rumah.

(Foto Istimewa, internet)

IV. Kesimpulan
Lagu permainan anak “Cing Nene” dari Sulawesi Utara merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai edukatif tinggi. Selain berfungsi sebagai hiburan, lagu ini juga menjadi media pembelajaran yang mampu mendukung perkembangan anak melalui kegiatan bermain yang dipadukan dengan musik, gerakan, dan interaksi sosial. Oleh karena itu, lagu permainan tradisional memiliki peran penting dalam proses pendidikan anak.

Hasil kajian menunjukkan bahwa lagu “Cing Nene” mengandung berbagai nilai edukatif, antara lain nilai sosial, karakter, moral, budaya, bahasa, kognitif, motorik, dan emosional. Nilai-nilai tersebut diperoleh anak melalui aktivitas bermain bersama yang mengajarkan kerja sama, disiplin, tanggung jawab, sportivitas, serta penghargaan terhadap teman dan budaya daerah. Dengan demikian, lagu permainan tradisional tidak hanya mengembangkan kemampuan anak, tetapi juga membentuk karakter yang positif.

Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan permainan digital, keberadaan lagu permainan tradisional mulai berkurang. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pelestarian lagu permainan daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda. Sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memperkenalkan kembali lagu permainan tradisional sebagai bagian dari pembelajaran berbasis budaya lokal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, lagu permainan “Cing Nene” layak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam pendidikan anak. Selain mendukung perkembangan berbagai aspek kemampuan anak, lagu ini juga berkontribusi dalam melestarikan budaya daerah. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih banyak lagu permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia sehingga nilai-nilai edukatif yang terkandung di dalamnya dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan dalam dunia pendidikan.

V. Kepustakaan
– Djohan. (2009). Psikologi Musik. Yogyakarta: Best Publisher.
– Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
– Ki Hadjar Dewantara. (2013). Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
– Merriam, A. P. (1964). The Anthropology of Music. Evanston, IL: Northwestern University Press.
– Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
– Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.
– Suyadi. (2014). Teori Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
– Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
– Triyanto. (2018). Pendidikan Seni Berbasis Budaya. Semarang: Cipta Prima Nusantara.
– Yusuf, S. (2017). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.