BisnisManado.com, Manado – Memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 17 Mei, RSUD Tipe B Provinsi Sulawesi Utara melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (IPKRS) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan pada Senin pagi (19/5).

Kegiatan berlangsung di ruang tunggu Poli Rawat Jalan Lantai 2 RSUD Sulut, dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tekanan darah tinggi serta pentingnya deteksi dini.

Kegiatan ini mengangkat tema global tahun ini, yaitu “Ayo ukur tekanan darah Anda secara akurat, kendalikan, hidup lebih lama.” Tema ini ditekankan sebagai ajakan untuk mengenali hipertensi sebagai penyakit yang sering tidak disadari namun berdampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.

(Dok IPKRS)

Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. dr. Emma Moeis, Sp.PD-KGH, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi, memberikan penjelasan komprehensif mengenai bahaya hipertensi yang sering dijuluki silent killer karena kerap tidak menunjukkan gejala jelas.

“Hipertensi bisa menyerang siapa saja, dan sering kali tidak disadari hingga muncul komplikasi seperti gagal jantung, stroke, atau gangguan ginjal. Maka dari itu, deteksi dini sangat penting,” terang Prof. Emma di hadapan para peserta yang terdiri dari pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit.

Ia juga menyoroti pentingnya perubahan gaya hidup, seperti pengurangan konsumsi garam, olahraga teratur, manajemen stres, dan kontrol berat badan sebagai langkah nyata dalam mengendalikan tekanan darah. “Cek tekanan darah itu sederhana, murah, tapi dampaknya besar. Kita bisa hidup lebih sehat dan lebih lama jika mengendalikannya sejak dini,” tambahnya.

(Dok IPKRS)

Sesi diskusi interaktif menambah semangat peserta, dengan berbagai pertanyaan seputar pola makan, pengaruh obat, hingga tips menjaga tekanan darah tetap stabil. Selain paparan materi, kegiatan ini juga menyediakan pemeriksaan tekanan darah gratis dan konsultasi hasil secara langsung dengan tim medis.

Direktur RSUD Tipe B Sulut, dr. Lidya E. Tulus, M.Kes., menyambut baik antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa edukasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam membangun budaya hidup sehat. “Kami percaya, edukasi adalah langkah awal untuk pencegahan. Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat lebih peduli dan aktif menjaga kesehatan, bukan hanya saat sakit,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk terus mengikuti berbagai program promosi kesehatan yang rutin digelar oleh IPKRS RSUD. “Kegiatan seperti ini terbuka untuk umum, dan akan terus kami laksanakan untuk berbagai isu kesehatan lainnya. Mari bersama wujudkan Sulut yang lebih sehat,” Ujar dr Lidya.

Sebagai bagian dari komitmen pelayanan yang berkesinambungan, dr. Lidya Tulus, M.Kes., juga menekankan pentingnya sinergi internal di lingkungan RSUD Tipe B Sulut. Ia mendorong seluruh jajaran—mulai dari pimpinan hingga tenaga medis dan non-medis—untuk bekerja dengan integritas dan profesionalisme tinggi. Hal ini, menurutnya, merupakan kontribusi nyata dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, guna membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan melalui sektor kesehatan yang tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

(thw)