BisnisManado.com, Manado – Terobosan membanggakan kembali hadir dari dunia medis Sulawesi Utara. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B Provinsi Sulawesi Utara sukses melakukan tindakan Percutaneous Nephrolithotomy atau PCNL untuk pertama kalinya pada Jumat, 25 April 2025.

PCNL dikenal sebagai prosedur modern untuk menghancurkan batu ginjal berukuran besar melalui metode minimal invasif. Tak lagi mengandalkan operasi besar yang menyisakan bekas luka dan proses pemulihan panjang, teknik ini memungkinkan tindakan cepat dengan sayatan hanya sekitar 1 cm.

“Tindakan ini kami lakukan pada pasien dengan batu saluran kemih berukuran kurang lebih 6 cm. Prosedur berjalan lancar hanya dalam waktu dua jam, menggunakan anestesi regional, tanpa pendarahan, dan tanpa komplikasi,” jelas dr. Eko Arianto, Sp.U., MARS, ahli urologi yang memimpin tim medis dalam keterangan resminya (30/4/20250).

RSUD Tipe B Provinsi Sulawesi Utara (Istimewa)

Menurut dr. Eko, keunggulan PCNL bukan hanya dari segi kecepatan dan kenyamanan pasien, tetapi juga efektivitasnya dalam menangani batu ginjal besar yang selama ini menjadi tantangan dalam dunia urologi.

Direktur RSUD Tipe B Provinsi Sulawesi Utara, dr. Lidya E. Tulus, M.Kes, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Ini bukan sekadar keberhasilan teknis, tapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan pelayanan spesialis di rumah sakit kami. Apresiasi besar untuk seluruh tim, khususnya dr. Eko yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga menjadi refleksi dari visi dan misi pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjend TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dan Wakil Gubernur DR. Viktor Mailangkay SH, MH, yang mendorong peningkatan layanan kesehatan berbasis teknologi dan keahlian.

Sebagai bagian dari Program Pengampuan Uronefrologi Kementerian Kesehatan, RSUD Tipe B Sulut terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi layanan, salah satunya melalui implementasi tindakan PCNL.

Dengan pencapaian ini, RSUD Tipe B Provinsi Sulawesi Utara membuka babak baru dalam penanganan penyakit ginjal di wilayah timur Indonesia, sekaligus menambah harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang unggul dan mutakhir.

 

(bim)