Perkuat Program Studi Energi Terbarukan di Politeknik Negeri, Indonesia dan Swiss Gelar Pelatihan Dosen Bidang Solar PV dan SCADA

Pelatihan merupakan bagian dari proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) dalam kerangka kerja sama Indonesia-Swiss (Foto : Istimewa)

Bisnismanado, Bali – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di bidang energi terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia berkolaborasi dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO menggelar pelatihan intensif bagi dosen dari lima politeknik negeri, fokus pada “Solar Fotovoltaik dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA): Pemeliharaan, Commissioning, Fault Finding, dan Troubleshooting”, 8-19 Januari 2024.

Pelatihan selama dua minggu tersebut merupakan bagian dari proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) dalam kerangka kerja sama Indonesia-Swiss. Dosen dari Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang dilatih oleh ahli dari Swiss, Andreas Reber dan Matthias Schneider.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Susetyo Edi Prabowo menyatakan kebanggaannya terhadap capaian Proyek RESD. Proyek ini telah melatih 161 dosen dan instruktur dari 11 politeknik negeri dan 9 lembaga pelatihan di Indonesia, fokus pada teknis solar PV, tenaga hidro, dan aspek pedagogi metodologi pengajaran.

Martin Stottele, RESD Team Leader, melaporkan bahwa 133 Sarjana Terapan Teknik Energi Terbarukan dan 211 Teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya telah lulus di bawah kerangka kerja sama RESD. Mereka telah dilatih secara intensif, baik dari sisi teori maupun praktik, dengan peralatan solar PV standar industri yang diperoleh sebagai hibah dari Pemerintah Swiss. Saat ini, 228 mahasiswa mengikuti program spesialisasi energi terbarukan di lima politeknik negeri.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek mendukung penuh inovasi dari Proyek RESD di tingkat politeknik. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa D3 bidang teknik untuk menjalani studi spesialisasi energi terbarukan selama satu tahun, dengan fokus pada tenaga surya, tenaga hidro, dan tenaga hibrid solar-diesel. Gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan program ini adalah Sarjana Teknik Terapan Energi Terbarukan. (rls/bim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *