Pegadaian Dinobatkan sebagai Perusahaan Sukses Menerapkan Tranformasi Bisnis

Pelayanan di Kantor Pegadaian

BisnisManado.com-Komitment untuk bertransformasi bisnis PT Pegadaian (Persero) dalam menjawab tantangan disrupsi teknologi digital maupun pandemi Covid-19,
di tengah kompetitif persaingan pasar, berbuah manis.

Tekat untuk menjadi perusahaan yang sustainable ini berhasil dibuktikan dengan dinobatkannya Pegadaian sebagai salah satu dari 15 perusahaan yang masuk dalam program “Indonesia Best Business Transformation 2021” yang diselenggarakan Majalah SWA.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan tersebut, Pegadaian meraih skor total 88,18. Nilai 87.00 dengan bobot penilaian 10 persen untuk Indentifikasi Masalah, 85.00 dengan bobot 20 persen untuk Desain Program.
Selain itu, skor 88.25 dengan bobot 30 persen untuk Eksekusi & Implementasi, dan nilai 90.00 dengan bobot 40 persen untuk Hasil yang dicapai.

Adapun tranformasi yang dilakukan Pegadaian adalah dengan melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh dari perusahaan konvensional menjadi perusahaan modern berbasis digital.
Mulai dari transformasi di operasional, sampai support bisnisnya, hingga meluncurkan produk-produk baru yang menyasar milenial.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengungkapkan perasaan bangga, karena di tengah pandemi saat ini, Pegadaian berhasil menorehkan prestasi dengan menjadi salah satu Best Business Transformation 2021.

Kuswiyoto mengucapkan terima kasih kepada seluruh Insan Pegadaian yang telah bekerja keras untuk ikut berperan serta mendukung keberhasilan transformasi yang dilakukan oleh perusahaan.
“Ini semua kerja keras teman-teman, seluruh insan Pegadaian dari Sabang sampai Merauke,” ujar Kuswiyoto dalam rilisnya, Senin (19/07/2021).

Sementara itu, salah satu Dewan Juri Indonesia Best Business Transformation 2021, Sulistyo Wimbo Sardjito mengatakan, hal terpenting dalam keberhasilan transformasi adalah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM).

“Digital itu hanya alat, yang terpenting dalam keberhasilan itu mempersiapkan SDM-nya,” ucap Sulistyo.

Seperti diketahui, proses transformasi Pegadaian dimulai sejak 1 Oktober 2018. Selama proses perjalanan transformasi tersebut, Pegadaian telah berhasil meletakkan struktur yang kuat menuju organisasi yang lebih modern, proses kerja yang lebih ramping, produk da layanan yang lebih customer centric.

Selain itu, Pegadaian meningkatkan engagement karyawan dan mengimplementasikan AKHLAK sebagai budaya perusahaan yang didukung dengan mengadopsi teknologi yang tepat.

Strategi tersebut terbukti ampuh, sehingga pada bulan April 2021 yang lalu Pegadaian mendapatkan skor MATANG berdasarkan asesmen INDI 4.0 oleh Kementerian Perindustrian.(rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *