BisnisManado.com – Pengembangan pariwisata di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mendapat dorongan baru melalui peresmian Kawasan Wisata Karampuana di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) menghadirkan sejumlah fasilitas wisata sekaligus mendorong pengelolaan kawasan yang melibatkan masyarakat lokal.

Program tersebut menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN berbasis Community Involvement and Development (CID). Tidak sekadar membangun fasilitas fisik, program ini diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dapat berkembang di sekitar destinasi wisata.

Dalam pernyataan resmi PLN pada 29 Agustus 2026, General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun mengatakan pengembangan Karampuana diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Towale.

(Dok. PLN)

“Kawasan Wisata Karampuana kami harapkan menjadi pendorong ekonomi baru bagi warga Desa Towale. Pembangunan fasilitas ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, terbukanya lapangan kerja, hingga menjadi sarana promosi produk unggulan daerah, khususnya perajin kain tenun khas Donggala,” ujar Usman.

Dari sisi fasilitas, PLN membangun jembatan penghubung sepanjang 150 meter, 10 gazebo kayu, toilet dan shower outdoor, aula pertemuan, serta gapura kawasan. Fasilitas pendukung seperti meja, kursi, dan payung juga disediakan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Yang menarik, pengembangan kawasan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. PLN turut mendorong penguatan kapasitas pengelola wisata melalui keterlibatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan BUMDes.

(Dok. PLN)

Ruang bagi UMKM lokal juga disiapkan agar produk kuliner dan kerajinan masyarakat dapat ikut masuk dalam rantai ekonomi pariwisata. Dengan pola tersebut, meningkatnya jumlah wisatawan diharapkan tidak hanya menguntungkan pengelola destinasi, tetapi ikut menggerakkan usaha warga.

Bagi Donggala, model pengembangan seperti ini membuka peluang untuk mempertemukan potensi wisata alam dengan ekonomi kreatif. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati kawasan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal produk budaya lokal, termasuk kain tenun khas Donggala.

Mewakili Bupati Donggala, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala Muhammad mengapresiasi dukungan PLN. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa.

(Dok. PLN)

Kepala Desa Towale Subhan Thahir menambahkan, masyarakat bersama BUMDes Gerbang Mas, Pokdarwis, lembaga adat, dan tokoh masyarakat berkomitmen menjaga serta mengelola fasilitas yang telah dibangun.

Komitmen tersebut menjadi faktor penting karena keberhasilan sebuah destinasi bukan hanya ditentukan oleh pembangunan awal, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengelolanya secara konsisten.

Dengan dukungan infrastruktur, penguatan pengelola, serta keterlibatan UMKM, Kawasan Wisata Karampuana kini memiliki modal untuk berkembang menjadi destinasi yang memberi nilai ekonomi lebih besar bagi Desa Towale. Tantangan berikutnya adalah memastikan arus kunjungan wisatawan terus tumbuh dan manfaat ekonominya benar-benar berputar di tengah masyarakat.

 

(gth)