BisnisManado.com, Manado — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Sulawesi Utara, Giovano Gikey Mandagi. Taekwondoin junior yang memperkuat Taekwondo Indonesia (TI) Sulut, Dojang Champion Taekwondo Club, sekaligus menjadi bagian dari Pelatnas Junior, sukses meraih medali perak pada ajang bergengsi 2026 China Open Taekwondo Championships di Hunan, China, 23–24 Agustus 2026.

Giovano turun pada nomor Kyorugi U-51 kilogram. Torehan tersebut semakin istimewa karena menjadi bukti konsistensi atlet muda asal Sulawesi Utara itu dalam bersaing di level internasional.

Informasi mengenai pencapaian Giovano disampaikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Sulawesi Utara, Senin (24/8/2026).

Perolehan medali di Hunan sekaligus melengkapi catatan impresif Giovano sepanjang mengikuti kompetisi internasional pada 2026. Sebelumnya, ia berhasil merebut medali emas pada 2026 Wuhan Beach Taekwondo Open di Wuhan, China, 27–28 Juli 2026.

Dengan demikian, Giovano telah mengoleksi dua prestasi internasional penting dalam waktu relatif berdekatan:
Medali emas — 2026 Wuhan Beach Taekwondo Open, Wuhan, China, 27–28 Juli 2026.
Medali perak — 2026 China Open Taekwondo Championships, Hunan, China, 23–24 Agustus 2026.

Dua hasil tersebut memperlihatkan bahwa Giovano bukan sekadar mampu tampil di panggung internasional, tetapi juga mampu menjaga konsistensi performa dan bersaing untuk memperebutkan podium.

Dari Dojang Champion Menuju Pelatnas Junior
Perjalanan Giovano menuju level internasional tidak datang secara instan. Bersama saudara kandungnya, ia telah mengenal dan menekuni taekwondo sejak usia dini di Dojang Champion Taekwondo Club (Dojang Buha).

Peran kedua orang tua juga menjadi bagian penting dalam perjalanan olahraga Giovano. Dukungan keluarga yang konsisten membuatnya semakin serius mengembangkan kemampuan hingga akhirnya dipercaya masuk dalam Pelatnas Junior di bawah naungan TI Pusat.

Di lingkungan TI Sulut, Giovano dikenal sebagai salah satu atlet muda yang memiliki potensi besar. Sejumlah prestasi di tingkat nasional bahkan membuatnya beberapa kali menyandang predikat atlet terbaik dan selalu menjadi andalan Sulawesi Utara dalam berbagai kejuaraan.

Kini, kerja keras tersebut mulai memberikan hasil di level yang lebih tinggi.

Medali emas di Wuhan dan perak di Hunan menjadi bukti bahwa pembinaan yang dijalani Giovano bersama klub, TI Sulut, Pelatnas Junior, serta dukungan keluarga mulai menemukan hasil yang menjanjikan.

TI Sulut Bangga, Potensi Giovano Terus Didorong
Ketua Umum Pengprov TI Sulawesi Utara, Amelia Tungka, menyampaikan apresiasi atas prestasi Giovano. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Utara sekaligus menunjukkan bahwa atlet-atlet muda daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di level internasional.

“Kami tentu sangat bangga dengan pencapaian Giovano. Medali emas di Wuhan dan sekarang medali perak di China Open menunjukkan bahwa atlet muda Sulawesi Utara mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional,” ujar Amelia.

Menurutnya, perkembangan Giovano juga tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat klub hingga masuk ke dalam program Pelatnas Junior.

“Kemajuan tim TI Sulut sangat bergantung pada pembinaan yang konsisten, dukungan klub, pelatih, orang tua dan tentu saja kemauan atlet untuk terus bekerja keras. Giovano adalah salah satu contoh bahwa proses panjang tersebut dapat menghasilkan prestasi,” katanya.

Amelia berharap keberhasilan Giovano dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda taekwondo lainnya di Sulawesi Utara.

“Kami berharap Giovano terus berkembang, tidak cepat puas dengan hasil yang sudah diraih dan mampu mempertahankan prestasinya. Semoga ke depan semakin banyak atlet TI Sulut yang bisa menembus level nasional dan internasional serta mengharumkan nama daerah dan Indonesia,” harapnya.

Bukan Sekadar Medali
Bagi keluarga Mandagi, pencapaian Giovano bukan hanya tentang medali. Setiap podium menjadi buah dari latihan panjang, disiplin, pengorbanan dan dukungan keluarga yang diberikan sejak ia masih kecil.

Kini, ketika bendera Merah Putih berkibar di arena internasional dan nama Indonesia disebut dari podium, perjuangan tersebut seolah menemukan maknanya.

Dari sebuah dojang di Sulawesi Utara, Giovano Gikey Mandagi terus melangkah ke panggung yang lebih besar.

Emas di Wuhan, perak di Hunan. Dua podium internasional dalam sebulan menjadi sinyal kuat, talenta muda Sulut ini layak terus diperhitungkan.

Perjalanan Giovano masih panjang. Namun satu hal sudah terlihat jelas, Sulawesi Utara memiliki taekwondoin muda yang sedang tumbuh menjadi kekuatan penting Indonesia di masa depan.

 

(thw)