JAKARTA, BisnisManado.com— Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan stimulus positif yang dapat memperkuat iklim usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut CEP, biaya energi merupakan salah satu komponen utama dalam kegiatan bisnis, terutama pada sektor transportasi, logistik, perdagangan, manufaktur, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi, beban operasional pelaku usaha diperkirakan ikut berkurang sehingga ruang untuk meningkatkan produktivitas dan investasi semakin terbuka.
“Bagi masyarakat maupun pelaku usaha, penurunan harga BBM nonsubsidi ini menjadi kabar baik karena dapat membantu menekan biaya operasional dan distribusi, sehingga turut mendukung aktivitas ekonomi nasional,” ujar CEP.
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, investasi, dan BUMN, CEP mengatakan efisiensi biaya distribusi akan berdampak pada kelancaran rantai pasok serta meningkatkan daya saing produk nasional di tengah persaingan global.
Ia mengapresiasi langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama PT Pertamina yang dinilai mampu menyesuaikan harga BBM nonsubsidi dengan perkembangan harga minyak dunia secara cepat dan terukur.
“Penurunan harga BBM nonsubsidi ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Saya mengapresiasi kinerja Menteri ESDM yang mampu menjaga stabilitas sektor energi nasional di tengah dinamika harga minyak dunia, serta komitmen Pertamina yang terus menghadirkan kebijakan harga yang adaptif dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” katanya.
CEP berharap kebijakan energi yang responsif seperti ini terus dipertahankan karena tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Menurutnya, sektor energi yang stabil akan memperkuat kepercayaan investor, meningkatkan aktivitas bisnis, serta menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.








Tinggalkan Balasan