BisnisManado.com, Manado — Komitmen untuk meningkatkan budaya literasi di Sulawesi Utara terus digelorakan. Salah satunya datang dari Putra Putri Literasi Sulut, yang kini tampil bukan sekadar ajang pemilihan, tetapi sebagai gerakan organisasi literasi yang lebih terstruktur dan berdampak.

Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (Sulut) Standius Bara Prima mengungkapkan bahwa Putra Putri Literasi Sulut bukan hanya sekadar pageant.

“Memang jika melihat dari cara pemilihannya, ya pageant. Tapi kita ini lebih ke orientasi organisasi di bidang literasi,” ungkap Bara, usai Musyawarah Besar ke-1 Putra Putri Literasi Sulut, di Hotel Amaris, Minggu 19 Oktober 2025.

Untuk itulah, kata Bara, pihaknya menggelar Musyawarah Besar Pertama, yang di dalamnya tidak hanya memilih kepengurusan, tapi juga menentukan program kerja.

“Sebelumnya memang sudah ada program yang dijalankan, namun itu sifatnya baru spontanitas. Lewat Mubes ini program kerja jadi lebih terencana dan terukur,” terangnya.

Dia juga menjelaskan bahwa keberadaan Putra Putri Literasi Sulut untuk membantu pemerintah meningkatkan indeks literasi di Bumi Nyiur Melambai.

“Makanya kita akan mengajak semua stakeholder terkait untuk berpartisipasi aktif, baik instansi pemerintah maupun swasta untuk yuk kita kerja sama,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, lanjutnya, 12 finalis Putra Putri Literasi Sulut 2025 diajaknya untuk masuk dalam kepengurusan sesuai dengan bidang masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Umum Putra Putri Literasi Sulut Faradila Bachmid mengungkapkan, upaya menggerakkan literasi di Sulut akan dilaksanakan dengan cara-cara kreatif.

Sebelumnya kita sudah berkunjung ke beberapa sekolah. Berikutnya, tentu saja akan lebih giat lagi dan lebih kreatif,” bebernya.

Dia menambahkan, Putra Putri Literasi Sulut juga kini telah memiliki logo baru yang dibuat langsung oleh Ketua Umum Standius Bara Prima.

Sebelumnya, telah terpilih 12 finalis Putra Putri Literasi Sulut 2025 yang telah mengikuti malam grand final di Kantor Gubernur Sulut, pada 8 September 2025 lalu.

 

(thw)