BisnisManado.com, Manado – Komitmen Alfamart dalam mendukung kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui program kolaboratif bertajuk “Alfamart Sahabat Posyandu”, yang menggandeng Zwitsal untuk memperluas layanan ke 34 kota di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya bersama mendorong akses layanan kesehatan dasar sekaligus edukasi perawatan bayi kepada ribuan keluarga Indonesia, khususnya ibu dan anak.

Di Kota Manado, kegiatan ini digelar halaman Alfamart Kecamatan Singkil pada Kamis (25/9/2025), melibatkan kader posyandu lokal dan tenaga kesehatan. Warga setempat tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan.

“Kami ingin memastikan bahwa edukasi dan layanan kesehatan, termasuk perawatan kulit bayi, bisa dijangkau langsung oleh masyarakat. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk terus hadir di tengah komunitas,” ujar Rani Wijaya, Corporate Communications General Manager Alfamart dalam keterangan resminya.

(Dok Alfamart)

Program ini menyediakan layanan seperti pengecekan tumbuh kembang anak, imunisasi, pemberian vitamin, serta pemeriksaan kulit bayi. Selain itu, juga diberikan makanan tambahan bergizi untuk anak-anak.

Sebagai mitra strategis, Zwitsal menambahkan nilai edukatif dalam program ini melalui inisiatif ‘AKSI – Analisis Kulit Si Kecil’, yang mengajak para ibu mengenali tanda-tanda awal masalah kulit bayi dengan empat langkah sederhana: cek ruam dan lecet, cek tekstur kulit, cek luka, dan cek tangisan bayi.

“Selama lebih dari 50 tahun, Zwitsal telah menemani para ibu melalui produk yang lembut dan aman untuk kulit sensitif bayi. Kami ingin memperkuat peran edukatif melalui program seperti ini, agar ibu bisa lebih percaya diri dalam merawat si kecil,” ujar Niken Kinanti Suryanto, Senior Brand Manager Zwitsal.

Dalam pernyataan Niken menegaskan bahwa kampanye edukatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas literasi perawatan bayi di Indonesia.

“Kami percaya bahwa pengetahuan tentang perawatan kulit bayi harus menjadi bagian dari edukasi dasar ibu sejak dini. Lewat AKSI, kami ingin memberikan alat bantu sederhana namun berdampak besar,” katanya.

Hingga akhir September 2025, program ini menargetkan menjangkau lebih dari 3.400 ibu dan anak di berbagai wilayah, dari barat hingga timur Indonesia. Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan namun memiliki keterbatasan akses.

Dewi (27), warga Manado yang mengikuti kegiatan ini, menyampaikan manfaat langsung yang dirasakannya. “Biasanya saya harus ke puskesmas yang jaraknya cukup jauh. Tapi dengan program ini, cukup datang ke Alfamart dekat rumah, anak saya bisa dapat pemeriksaan gratis,” ungkapnya.

Sementara itu, Mey (46), kader posyandu setempat, menilai inisiatif ini menjadi model kolaborasi yang efektif antara sektor swasta dan komunitas.

“Program ini sangat membantu dan mendapat sambutan hangat. Harapannya kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala,” ujarnya.

 

(rls/bim)