Penulis : Yose Yoel Lahea
Mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Manado
E-mail: [email protected] 

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mentranskripsikan lagu permainan anak di Tateli I, Sulawesi Utara sebagai upaya pelestarian budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu memiliki melodi dan ritme sederhana serta berfungsi sebagai media bermain, pembelajaran sosial, dan pewarisan budaya. Transkripsi lagu diharapkan menjadi dokumentasi untuk menjaga keberlangsungan permainan anak tradisional.

 

I. Pendahuluan 
Permainan musik anak merupakan salah satu bentuk budaya tradisional yang memadukan unsur permainan dan lagu dalam kehidupan anak-anak. Dalam permainan tersebut, anak-anak tidak hanya bermain bersama, tetapi juga menyanyikan lagu-lagu tertentu yang menjadi bagian penting dari jalannya permainan. Lagu dalam permainan anak biasanya memiliki melodi sederhana, ritme yang mudah diikuti, dan lirik yang mudah dihafal sehingga dapat dinyanyikan secara bersama-sama. Permainan musik anak memiliki fungsi sebagai hiburan, sarana interaksi sosial, serta media pembelajaran bagi anak-anak dalam kehidupan seharihari.

Di Desa Tateli I, Sulawesi Utara, permainan musik anak tradisional masih dikenal oleh sebagian masyarakat. Permainan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat setempat. Lagu-lagu yang digunakan dalam permainan anak biasanya dinyanyikan secara berulang-ulang sambil melakukan gerakan atau aturan permainan tertentu.

Selain menciptakan suasana bermain yang menyenangkan, permainan musik anak juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, disiplin, dan komunikasi antar anak.

Namun, perkembangan teknologi dan masuknya permainan modern menyebabkan permainan musik anak tradisional mulai jarang dimainkan. Anakanak saat ini lebih banyak menggunakan media digital dibandingkan memainkan permainan tradisional bersama teman sebaya. Akibatnya, lagu-lagu permainan anak yang dahulu sering dinyanyikan mulai dilupakan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pelestarian budaya tradisional, khususnya permainan musik anak di Tateli 1 Sulawesi Utara.

Salah satu cara untuk menjaga keberadaan lagu permainan anak adalah melalui proses transkripsi musik. Transkripsi lagu merupakan proses menuliskan bunyi musik ke dalam bentuk notasi agar lagu dapat didokumentasikan dan dipelajari kembali. Dalam penelitian musik tradisional, transkripsi memiliki peranan penting karena sebagian besar lagu tradisional diwariskan secara lisan tanpa catatan tertulis. Dengan adanya transkripsi, bentuk melodi, ritme, tempo, dan struktur lagu dapat dipertahankan sebagai dokumentasi budaya.

Penelitian tentang transkripsi lagu pada permainan musik anak di Tateli 1 Sulawesi  Utara dilakukan untuk mendokumentasikan lagu-lagu permainan anak yang masih ada di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk musikal lagu serta fungsi lagu dalam permainan anak tradisional. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi upaya pelestarian budaya daerah agar permainan musik anak tetap dikenal oleh generasi muda.  Melalui penelitian ini, permainan musik anak tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sosial, pendidikan, dan budaya. Oleh karena itu, dokumentasi dan pelestarian permainan musik anak menjadi penting agar budaya tradisional di Tateli 1 Sulawesi Utara tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

II. Metode  
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan bentuk lagu pada permainan anak di Tateli 1 Sulawesi Utara serta menjelaskan proses transkripsi lagu yang diperoleh dari masyarakat setempat. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada pemahaman terhadap unsur musikal dan nilai budaya yang terdapat dalam permainan musik anak tradisional.

Objek penelitian ini adalah lagu-lagu yang digunakan dalam permainan anak tradisional di Tateli 1 Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan di lingkungan masyarakat yang masih mengenal dan memainkan permainan anak tradisional tersebut. Informan dalam penelitian ini terdiri dari masyarakat, anak-anak.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung permainan anak dan cara lagu dinyanyikan. Wawancara dilakukan kepada narasumber untuk memperoleh informasi mengenai sejarah, fungsi, dan penggunaan lagu dalam permainan anak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu pengumpulan data, proses transkripsi lagu ke dalam bentuk notasi musik, identifikasi unsur musikal seperti melodi, ritme, tempo, dan bentuk lagu, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil analisis digunakan untuk mendeskripsikan bentuk musikal lagu serta fungsi lagu dalam permainan anak tradisional di Tateli 1 Sulawesi Utara.

(Ilustrasi Foto : Istimewa/internet)

III. Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini menghasilkan data berupa transkripsi lagu yang digunakan dalam permainan anak di Tateli I, Sulawesi Utara.

Berdasarkan hasil observasi, wawancara. diperoleh satu lagu permainan anak yang masih dikenal dan dimainkan oleh masyarakat setempat. Lagu tersebut kemudian ditranskripsikan ke dalam notasi musik untuk mengidentifikasi unsur-unsur musikalnya.

Selain memiliki fungsi sebagai pengiring permainan, lagu juga berperan sebagai media pembelajaran sosial bagi anak-anak. Melalui lagu tersebut, anak-anak belajar bekerja sama, mengikuti aturan permainan, serta mempererat hubungan dengan teman sebaya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu permainan anak di Tateli I memiliki karakteristik musikal yang sederhana, baik dari segi melodi maupun ritmenya.

Kesederhanaan tersebut memungkinkan lagu mudah dipelajari dan diingat oleh anak-anak.

Temuan ini sejalan dengan pendapat Bruno Nettl yang menyatakan bahwa musik tradisional masyarakat umumnya memiliki struktur yang sederhana karena berfungsi sebagai sarana komunikasi  budaya dan diwariskan secara lisan.

Berdasarkan hasil transkripsi, lagu memiliki pola pengulangan frase yang dominan. Pola ini menunjukkan bahwa lagu dirancang untuk mendukung aktivitas bermain yang dilakukan secara berulang. Temuan tersebut juga memiliki kesamaan dengan penelitian mengenai lagu permainan anak tradisional di berbagai daerah Indonesia yang menunjukkan bahwa pengulangan melodi menjadi ciri utama untuk memudahkan proses penghafalan oleh anak-anak.

Dari aspek fungsi, lagu tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan sosial dan pelestarian budaya. Hal ini sesuai dengan pendapat Alan P. Merriam yang menjelaskan bahwa musik dalam masyarakat memiliki fungsi sosial, pendidikan, serta penguatan identitas budaya.

Perbedaan yang ditemukan dibandingkan beberapa penelitian sebelumnya terletak pada konteks budaya lokal yang memengaruhi lirik, cara penyajian, dan pelaksanaan permainan. Meskipun unsur musikalnya relatif sederhana seperti lagu permainan anak di daerah lain, lagu permainan  anak di Tateli 1 memiliki nilai budaya yang khas karena berkaitan dengan tradisi dan kehidupan masyarakat setempat.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu permainan anak di Tateli I masih memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat sebagai media bermain, sarana pembelajaran sosial, serta warisan budaya yang perlu didokumentasikan dan dilestarikan.

(Ilustrasi Foto : Istimewa/ internet)

IV. Kesimpulan
Penelitian tentang transkripsi lagu pada permainan anak di Tateli I, Sulawesi Utara menunjukkan bahwa lagu permainan anak merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat yang masih memiliki fungsi sosial dan edukatif. Melalui proses transkripsi, diperoleh gambaran mengenai unsur-unsur musikal lagu, seperti melodi, ritme, tempo, dan bentuk lagu yang relatif sederhana sehingga mudah dipelajari, diingat, dan digunakan dalam aktivitas bermain anak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lagu tidak hanya berfungsi sebagai pengiring permainan, tetapi juga sebagai media interaksi sosial, pembelajaran nilai kebersamaan, serta sarana pewarisan budaya dari generasi ke generasi.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa dokumentasi dan transkripsi lagu permainan anak di Tateli 1 memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya lokal. Penelitian ini berhasil mencapai tujuan untuk mendeskripsikan bentuk musikal dan fungsi lagu dalam permainan anak tradisional. Dengan adanya dokumentasi dalam bentuk transkripsi musik, lagu permainan anak tidak hanya dapat dipertahankan keberadaannya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran dan penelitian lebih lanjut mengenai musik tradisional serta budaya masyarakat Sulawesi Utara.

 

V. Kepustakaan
Artikel Jurnal/ Journal:
 – Irawati, E. 2020. “Transmisi, Musik Lokal – Tradisional, dan Musik Populer.”  Panggung, 30,3 Bandung:  Institut Seni Budaya Indonesia.  Volume. 30 No.3. 28 September 2020: 392-394.

Artikel Jurnal/ Journal:
– Kristyasari, Y. S., & Sukoco, H. 2022. “Ethnomathematics in Ten Indonesian Traditional Musical Instruments.” Ethnomathematics Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Indonesia, Volume, 3 No. 2 September 2022  62-73.

Artikel Jurnal/ Journal:
Sonjaya, A. R., Arifin, Z., & Pratiwi, R. A. 2021. “Revitalisasi Permainan Tradisional Sebagai Wahana Peredam Permainan Digital Pada Anak.” Jurnal Pendidikan Universitas Garut, Vol 15 No 1.(2021) 385-396.