Penulis : Rafhael Milton Nere
Mahasiswa IAKN Manado
email: [email protected]

 

Abstrak
Penelitian ini dibuat dengan tujuan mengetahui pengaruh latar belakang mahasiswa program studi musik dan nonmusik terhadap kemampuan paduan suara di kampus IAKN Manado. Kemampuan paduan suara adalah salah satu aspek yang penting dalam kegiatan musikal yang meliputi kemampuan vokal, membaca notasi, ritme, dinamika serta kekompakan dalam bernyanyi secara kelompok. Dari ini saya menduga bahwa perbedaan latar belakang pendidikan dapat mempengaruhi mahasiswa dalam mengikuti kegiatan paduan suara.

Metode penelitian yang saya gunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Program Studi Musik dan mahasiswa nonmusik yang mengikuti kegiatan paduan suara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penilaian kemampuan paduan suara mahasiswa. Data yang saya peroleh akan dianalisis untuk mengetahui perbedaan kemampuan antara kedua kelompok mahasiswa.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, pelatih paduan suara, dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan kegiatan paduan suara.

Pendahuluan
I. Latar belakang
Musik adalah cabang seni yang menggunakan bunyi atau suara yang disusun secara harmonis, ritmis, dan melodis untuk mengekspresikan emosi, ide, dan perasaan penciptanya. Dalam dunia pendidikan, musik juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan bekerja sama, disiplin, dan kepekaan estetis. Salah satu bentuk kegiatan musik yang banyak dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi adalah paduan suara.

Paduan suara atau kor adalah ansembel musik yang terdiri dari sekelompok penyanyi yang bernyanyi bersama. Mereka menggabungkan berbagai jenis karakter dan wilayah nada vokal untuk menciptakan satu kesatuan harmoni yang utuh, indah, dan seimbang. Untuk mencapai harmoni yang baik dalam bernyanyi paduan suara, setiap anggota harus memiliki kemampuan musikalitas yang memadai. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah latarbelakang pendidikan musik.

Mahasiswa prodi Musik umumnya telah memperoleh pengetahuan, dan pengalaman tentang teori musik, ansambel musik, serta membaca notasi angka maupun notasi balok selama proses pembelajaran. Sedangkan di sisi lain, mahasiswa nonmusik umumnya tidak semua memiliki pemahaman, dan pengalaman dalam pendidikan formal. Perbedaan layar belakang inilah yang diduga dapat mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan paduan suara.

(Foto : Istimewa)

Kita melihat bahwa kegiatan paduan suara di perguruan tinggi sering melibatkan mahasiswa dari berbagai macam program studi. Hal ini yang menciptakan keberagaman kemampuan Musikal dalam paduan suara mahasiswa. Mahasiswa musik mungkin akan lebih mudah atau lebih cepat memahami notasi lagu, sedangkan mahasiswa nonmusik mungkin akan mengalami sedikit kesulitan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa mahasiswa nonmusik juga memiliki kemampuan musikal yang bagus karena faktor luar seperti pendidikan nonformal (sanggar), atau ketertarikan dan minat pribadi dalam musik.

Berdasarkan uraian tersebut, saya tertarik untuk meneliti pengaruh latar belakang pendidikan mahasiswa Program Studi Musik dan nonmusik terhadap kemampuan paduan suara mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perbedaan kemampuan paduan suara berdasarkan latar belakang pendidikan serta menjadi bahan evaluasi dalam pembinaan kegiatan paduan suara di lingkungan perguruan tinggi.

II. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah akan dibahas dalam penelitian ini adalah :

  • Apakah terdapat pengaruh latar belakan pendidikan mahasiswa prodi musik dan mahasiswa nonmusik terhadap kemampuan paduan suara mahasiswa?
  • Bagaimanakah perbedaan kemampuan paduan suara antara mahasiswa prodi musik dan nonmusik?

III. Metode
metode yang paling tepat adalah metode penelitian kuantitatif yaitu observasi langsung dilapangan. Penelitian ini ingin melihat pengaruh atau perbandingan kemampuan paduan suara antara mahasiswa Musik dan Nonmusik di IAKN Manado.

Peneliti tidak memberikan perlakuan (treatment), tetapi membandingkan dua kelompok yang sudah ada.

Data kemampuan paduan suara dapat diukur menggunakan rubrik penilaian, misalnya aspek intonasi, ritme, teknik vokal, artikulasi, dinamika, dan kerja sama dalam paduan suara.

Dengan metode observasi, kita akan dapat membandingkan kemampuan paduan suara dari kedua kelompok mahasiswa, baik yang tergabung dalam prodi musik maupun nonmusik di IAKN Manado.

(Foto : Istimewa)

IV. Hasil dan Pembahasan
Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa yang mengikuti kegiatan paduan suara di IAKN Manado. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mahasiswa Program Studi Musik dan mahasiswa Program Studi Nonmusik. Penilaian kemampuan paduan suara dilakukan melalui observasi menggunakan rubrik yang mencakup aspek intonasi, ritme, teknik vokal, artikulasi, dinamika, ekspresi, dan kekompakan.

Berdasarkan hasil penilaian, mahasiswa Program Studi Musik memperoleh nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Program Studi Nonmusik. Mahasiswa Prodi Musik umumnya menunjukkan ketepatan intonasi yang lebih baik, penguasaan ritme yang lebih stabil, serta kemampuan teknik vokal yang lebih matang. Sebaliknya, mahasiswa Prodi Nonmusik menunjukkan kemampuan yang cukup baik, tetapi masih ditemukan beberapa kesalahan pada intonasi, penguasaan ritme, dan teknik pernapasan.

Hasil analisis statistik menggunakan uji t independen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan paduan suara mahasiswa Prodi Musik dan mahasiswa Prodi Nonmusik. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap kemampuan paduan suara diterima.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan memberikan pengaruh terhadap kemampuan paduan suara mahasiswa. Mahasiswa Program Studi Musik memiliki kemampuan yang lebih baik karena selama proses perkuliahan mereka memperoleh pembelajaran mengenai teori musik, solfegio, teknik vokal, membaca notasi, dan praktik ansambel secara terstruktur. Pengalaman tersebut membantu mereka bernyanyi dengan intonasi yang tepat, menjaga tempo, dan berkolaborasi dengan anggota paduan suara lainnya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Nonmusik tetap mampu mengikuti kegiatan paduan suara, namun sebagian besar masih mengandalkan pengalaman bernyanyi yang diperoleh dari gereja, sekolah, atau kegiatan nonformal seperti Sanggar atau Les. Akibatnya, kemampuan mereka cenderung lebih bervariasi dibandingkan mahasiswa Prodi Musik.

Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan musik formal memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan paduan suara. Meskipun demikian, hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa beberapa mahasiswa Nonmusik memiliki kemampuan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa selain latar belakang pendidikan, faktor lain seperti pengalaman bernyanyi, intensitas latihan, motivasi, dan bakat juga dapat memengaruhi kemampuan paduan suara.

Oleh sebab itu, kegiatan latihan secara rutin, metode pembelajaran yang tepat, dan pendampingan pelatih diperlukan agar seluruh anggota paduan suara, baik dari Prodi Musik maupun Nonmusik, dapat berkembang secara optimal untuk kemajuan kampus tercinta IAKN Manado.

(Foto : Istimewa)

V. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap kemampuan paduan suara mahasiswa di IAKN Manado. Mahasiswa Program Studi Musik menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan mahasiswa Program Studi Nonmusik, terutama pada aspek intonasi, ritme, teknik vokal, artikulasi, dinamika, ekspresi, dan kekompakan. Meskipun demikian, mahasiswa Nonmusik juga memiliki potensi untuk berkembang apabila memperoleh latihan yang terstruktur, rutin, dan didukung oleh metode pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas latihan paduan suara perlu diberikan kepada seluruh mahasiswa tanpa membedakan latar belakang program studinya.

 

VI. Kepustakaan

Artikel jurnal / journal:

  • Stefanny Mersiany Pandaleke .“Nilai Edukatif Dalam Pelatihan Paduan Suara Pemuda di Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa Getsemani Paal IV Manado”. ‘Vol. 2 No. 2 (2021): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik’.

Artikel jurnal / journal:

  • Nicolhas Jurdy Wijaya. “Tantangan dalam Pembentukan dan Proses Pembelajaran Paduan Suara” . ‘Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Musik’.