BisnisManado.com, Bitung – Gelombang budaya Korea yang kian menguat di Indonesia dimanfaatkan pelaku industri perhotelan sebagai peluang inovasi produk. Archipelago melalui jaringan Favehotel Bitung menghadirkan program tematik bertajuk “60 Seconds to Seoul”, konsep pop-up kuliner yang membawa pengalaman street food Korea lebih dekat ke masyarakat Sulawesi Utara.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian Archipelago Global Flavours Series yang digelar serentak di sejumlah unit hotelnya di Indonesia. Di Bitung, respons pasar terbilang positif, terutama dari segmen anak muda dan keluarga yang akrab dengan tren K-food dan K-culture.
Mengusung konsep kasual namun autentik, berbagai menu khas kaki lima Seoul disajikan dengan tampilan modern dan cita rasa kuat. Beberapa di antaranya Tteokbokki dengan saus pedas-manis khas, Gangnam Hot Chicken, Cheongju Chicken, Korean Cheese Burger, Kimchi Fried Rice, hingga Soko Fish Tacos. Pilihan pencuci mulut seperti Jeju Mocha Puffs dan Baesuk Pear turut melengkapi sajian, bersama minuman segar Sparkling Yuzu Honey dan Omija Cooler.

Head Chef Favehotel Bitung, Igawati Kamben Boroallo, menuturkan setiap hidangan telah melalui proses kurasi rasa yang mendalam.
“Kami mempelajari karakter street food Seoul, mulai dari saus, tekstur, hingga keseimbangan rasa manis, pedas, dan gurihnya. Melihat fenomena Korea yang begitu kuat, kami yakin menu ini bisa diterima dan sesuai dengan selera masyarakat,” ujarnya (13/2/2026).
Upaya menjaga otentisitas juga ditegaskan oleh FB Supervisor Udin Banini.
“Kami menggunakan bahan dan bumbu khas seperti gochujang dan racikan minuman tradisional agar rasa tetap autentik, sehingga tamu benar-benar merasakan nuansa Seoul,” jelasnya (13/2/2026).
Secara bisnis, program ini tidak hanya menyasar tamu menginap, tetapi juga pasar eksternal. Menu “60 Seconds to Seoul” tersedia untuk dine-in di restoran, layanan poolside, room service, hingga pemesanan daring melalui GoFood dan GrabFood. Strategi multi-channel ini dinilai memperluas potensi pendapatan food & beverage sekaligus memperkuat positioning hotel sebagai destinasi kuliner tematik di Bitung.

Dengan pendekatan experiential dining yang ringan namun relevan dengan tren global, Favehotel Bitung menunjukkan bagaimana hotel bintang tiga pun dapat adaptif membaca pasar. Kini, sensasi street food Seoul tak lagi sebatas tontonan drama—cukup melangkah ke Favehotel Bitung, dan pengalaman itu hadir dalam hitungan menit.
(bim)









Tinggalkan Balasan