BisnisManado.com, Tondano — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan literasi dan inklusi keuangan di daerah. Kali ini, OJK bersama campaign manager BSG dan BRI menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) di Kantor Bupati Minahasa pada 8 Desember 2025.
Mengacu pada rilis yang diterima (10/12) Program nasional ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari kementerian/lembaga hingga pelaku usaha jasa keuangan dengan tujuan memperluas pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Dalam kegiatan yang dikemas informatif namun tetap interaktif tersebut, OJK memberikan edukasi seputar pengelolaan keuangan, pemahaman produk dan layanan keuangan, literasi digital, hingga kewaspadaan terhadap kejahatan finansial. BSG dan BRI turut mengambil peran sebagai pelaku industri yang memperkuat penyampaian materi kepada masyarakat. Tujuannya sederhana namun strategis: membangun masyarakat yang cerdas finansial dan mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat.

Dorongan terhadap literasi juga berjalan beriringan dengan upaya memperkuat sektor ekonomi lokal. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dan BSG terkait implementasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). MoU tersebut menitikberatkan pada pengembangan dua komoditas unggulan Minahasa, yakni Kacang Kawangkoan dan kerajinan berbahan kelapa. Pengembangannya menggunakan pendekatan ekosistem yang meliputi peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pembiayaan, literasi keuangan, hingga penguatan pemasaran agar terbentuk rantai nilai yang solid dan berkelanjutan.
Asisten Direktur Divisi PEPK & LMS OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo, Rizky Betadi Putra, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Minahasa dalam pengembangan ekonomi daerah. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lain agar penguatan komoditas unggulan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menilai kerja sama ini membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Menurutnya, Kacang Kawangkoan dan kerajinan kelapa bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari identitas dan sumber penghidupan masyarakat Minahasa. Dengan dukungan OJK, BSG, dan berbagai pihak, ia optimistis kedua komoditas ini dapat dikelola secara profesional dan memberikan manfaat luas bagi petani, perajin, serta UMKM.
Sebagai bentuk konkret dukungan pembiayaan, BSG turut meluncurkan KUR Bohusami, skema kredit produktif yang mempermudah akses modal bagi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan simbolis kredit dan tabungan: empat debitur menerima pembiayaan total Rp210 juta, serta lima nasabah baru membuka rekening tabungan dan mengaktifkan layanan QRIS dengan dukungan saldo awal masing-masing Rp500 ribu.
Inisiatif ini menjadi langkah penting bagi Minahasa dalam memperkuat pondasi literasi keuangan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan sebuah kombinasi strategis yang diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
(rls /bim)









Tinggalkan Balasan