BisnisManado.com, Manado – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) terus meningkatkan upaya pencegahan bahaya ketenagalistrikan melalui program edukasi langsung kepada masyarakat. Melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Suluttenggo, kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode door-to-door agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diterapkan warga.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa pendekatan langsung ini merupakan langkah efektif untuk membangun kesadaran bersama.

“Dengan model pendekatan langsung ke masyarakat, PLN berharap Edukasi ini dapat memperkuat kesadaran bersama untuk mengenali setiap potensi bahaya listrik yang ada disekitar untuk mewujudkan lingkungan yang aman” ungkap Usman lewat keterangan resminya (29/11/2025).

(Istimewa)

Dalam kegiatan tersebut, petugas UP2D bersama Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) memberikan penjelasan mengenai berbagai risiko yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari bahaya bermain layang-layang dekat jaringan listrik, kegiatan menebang pohon tanpa koordinasi PLN, hingga pemasangan reklame yang terlalu dekat dengan jaringan bertegangan.

Manager UP2D Suluttenggo, Muhammad Ariamudin, menambahkan bahwa pemahaman masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan kelistrikan.
“Kalau masyarakat tidak paham risikonya, maka bahaya bisa muncul dari hal yang kelihatannya sepele, melalui edukasi ini kami berharap masyarakat lebih memahami tentang listrik dan kesadaran tentang keselamatan ketenagalistrikan semakin meningkat” ujar Ariamudin.

Selain penyuluhan lapangan, PLN juga memberikan panduan penggunaan instalasi listrik yang benar, seperti tidak menumpuk stop kontak, menjaga jarak aman minimal 3 meter dari jaringan listrik, serta melakukan pemeriksaan instalasi rumah setiap lima tahun.

Ariamudin turut menjelaskan bahwa laporan bahaya kini dapat dilakukan lebih mudah melalui aplikasi PLN Mobile.
“Kini melalui PLN Mobile pelanggan dapat melaporkan potensi bahaya listrik. Laporan di fitur Pengaduan akan terhubung dengan sistem PLN dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas” tutup Ariamudin.

Dengan semakin aktif melibatkan masyarakat, PLN berharap budaya peduli keselamatan ketenagalistrikan dapat tumbuh di setiap lingkungan, sehingga potensi kecelakaan dapat diminimalisir dan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.

 

(rls/thw)