BisnisManado.com, Manado — Mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Posko Khusus 144 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus mendukung kemandirian masyarakat pesisir. Melalui rangkaian program yang berlangsung sejak akhir Oktober 2025, para mahasiswa lintas fakultas ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, teknologi, dan kesehatan yang menyasar warga Kampung Kinamang, Malalayang.
Dengan mengangkat tema “Kolaborasi Mahasiswa untuk Masyarakat Pesisir Mandiri, Sehat, dan Tanggap,” program ini melibatkan lebih dari 80 mahasiswa dari Fakultas Teknik, Hukum, FISIP, Keperawatan, serta MIPA. Kegiatan digelar di bawah bimbingan dosen pengawas yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat nelayan.
Rangkaian pengabdian dimulai pada 28 Oktober 2025 lewat Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi staf LPPM Unsrat dan mahasiswa. Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan penanganan kasus tersedak—keterampilan yang sangat penting dalam menghadapi situasi darurat.

Berlanjut pada 31 Oktober, tim KKT menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk masyarakat Kinamang. Warga antusias mengikuti pengecekan vital sign, IMT, gula darah, hingga edukasi kesehatan yang membantu mereka memahami pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat.
Puncak kegiatan digelar pada 1 November 2025. Para nelayan mendapatkan Pelatihan BHD khusus penanganan korban tenggelam—isu yang sangat relevan bagi komunitas pesisir. Di waktu yang sama, mahasiswa juga menggelar aktivitas edukatif untuk anak-anak, seperti mewarnai dan pengenalan biota laut, serta aksi bersih pantai untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diperkuat lewat pemasangan papan informasi sampah pada 6 November 2025. Media edukatif ini menjadi langkah praktis mengingatkan warga tentang pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan pesisir.

Tidak hanya fokus pada kesehatan dan lingkungan, KKT Posko Khusus 144 juga menghadirkan inovasi teknologi dan arsitektur. Tim melakukan redesain Bangunan Daseng Panglima dan membangun Website Profil Daseng Panglima sebagai upaya memperkuat identitas serta potensi promosi masyarakat nelayan setempat.
“Kami ingin agar KKT bukan hanya menjadi program sementara, tetapi benar-benar meninggalkan jejak dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Koordinator Posko KKT Khusus 144 Unsrat, Cindy Aurellia Indiarto.

Dengan dukungan dosen pengawas, pemerintah setempat, dan masyarakat Kinamang, program KKT ini diharapkan menjadi model sinergi antara kampus dan komunitas lokal—sebuah langkah nyata dalam mengembangkan masyarakat pesisir yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan.
(rls/bim)









Tinggalkan Balasan