Perjalanan Inspiratif Ismet Domili dari Baju di Badan hingga Memiliki Rumah, Mobil, dan Usaha Sendiri

Ismet Domili, yang akrab disapa Tune saat menekuni pekerjaannya setiap harinya. (bim)

BisnisManado.com, Manado – Ismet Domili, yang akrab disapa Tune, adalah seorang pria berusia 53 tahun yang lahir di Limboto, Provinsi Gorontalo.

Namun, perjalanan hidupnya tidak pernah mudah. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, dia tumbuh dalam keluarga yang broken home, dan kondisi ini membuatnya terabaikan.

Bacaan Lainnya

Pada tahun 1999, Ismet memutuskan untuk mengadu nasib demi hidup yang lebih baik di Manado, bersama istri dan satu anaknya. Sayangnya, mereka tidak memiliki modal yang cukup, sehingga mereka tidur beralas kardus di warung kosong di pinggir jalan WR Supratman, Komo Dalam, Kecamatan Lawangirung, Manado.

Namun, semangat pantang menyerah Ismet memandu langkahnya. Dia mulai berdagang cilok.

Seiring berjalannya waktu, dia mendapat tempat kos dan bisa mendapat pekerjaan sebagai penjaga kantor.

Megahmark

Ismet bekerja ditemani istri tercinta Ratna Abimayu (bim)

Tapi ini tidak membuatnya merasa cukup karena kebutuhan dan tuntutan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk istri dan dua orang anaknya (satu anak dititipkan ke mertua).

Di pagi hari dia tetap menjual cilok sementara istrinya dagang rokok dekat tempat kosnya. Semantara malam hari dia harus menjaga Kantor.

Perjuangan Ismet tidak berhenti di situ. Dia berhasil mendapatkan modal dari Bank BRI sebesar 7 juta rupiah untuk menambah modal usahanya. Karena rajin dalam mengembalikan pinjaman, dia mendapat lagi bantuan menjadi 15 juta rupiah, dan terus naik hingga 25 juta membuat dia membuka usaha baru yakni warung dan bengkel kecil didepan kantor yang dia jaga seizin pihak kantor.

Keberhasilannya menyelesaikan KUR (Kredit Usaha Rakyat) membuat dia terus mendapat dukungan pengembangan usaha dari BRI hingga 60 dan 75 juta lewat BRI komersial dengan agunan sertifikat tanahnya di Gorontalo.

Hasil jerih payahnya terbayar sudah. Kini Ismet telah memiliki warung dan bengkel dengan penghasilan yang lebih dari cukup.

Megahmark

Dalam Usaha bengkelnya kecilnya Ismet telah memiliki perlengkapan yang banyak membantu dirinya dalam bekerja diantaranya Petramini jualan BBM, mesin angin Nitrogen dan kompresor untuk ban mobil dan motor, mesin pompa oli untuk ganti oli motor, dan tire changer (mesin pembuka ban Mobil). (bim)

Dengan kerja keras dan dukungan istri tercinta, Ratna Abimayu, Ismet berhasil memiliki rumah sendiri di daerah Perkamil kota Manado dan satu rumah di Perum Helena Matungkas Minahasa Utara. Selain itu, dia juga telah membeli mobil Toyota Avanza dan memiliki empat sepeda motor.

Saat ini, Ismet tidak memiliki tanggungan lagi. Anak-anaknya telah sukses. Anak tertua yang sudah menikah dan memiliki tiga orang anak,  Anak kedua lulus S2 di perguruan tinggi swasta di jakarta dan telah bekerja disana, dan anak ketiga baru saja menyelesaikan S1 Teknik Sipil di universitas Negeri di Manado.

Perbaikan ban mobil dan motor, menjual oli motor penggantiannya, menjual BBM dengan mesin pertamini, pengisian angin nitrogen dan biasa, menjual gas, semuanya dikerjakan sambil menjalankan warung setiap hari.

Megahmark

Warung sederhana milik Ismet, salah satu sumber penghasilannya. Letak yang strategis (dekat persekolahan dan kontor pemerintah) memberikan banyak kelebihan pendapatan. (bim)

Kedepannya, Ismet masih berkomitmen untuk menjalankan usaha bengkelnya karena usaha ini sederhana, stabil, dan tidak pernah mengalami penurunan omset, bahkan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Keberhasilan Ismet Domili adalah contoh nyata dari kekuatan tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi segala rintangan. (bim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *