Ayo Bayar Listrik Tepat Waktu, Ini Yang Terjadi Jika Menunggak?

Petugas PLN dalam bekerja (ist)

BisnisManado.com, Manado – Banyak aktivitas manusia ditopang oleh Energi listrik. Sebut saja, lampu, lemari es, televisi, air conditioner, bahkan smartphone memerlukan energi ini untuk diaktifkan. Ini berarti hampir semua peralatan yang dibutuhkan manusia bergantung kepada energi listrik.

Dalam melayani pelanggan, PLN memiliki layanan listrik prabayar dan pascabayar. Listrik prabayar mewajibkan penggunanya untuk melakukan isi ulang daya listrik berupa token/pulsa listrik. Jika habis, tokennya harus segera isi kembali. Sedangkan listrik pascabayar mewajibkan pelanggan untuk membayar tagihan sesuai dengan penggunaan listrik selama satu bulan.

Bacaan Lainnya

Sebagai masyarakat, kita harus selalu membayar listrik tepat waktu setiap bulannya khusus untuk pelanggan pascabayar. Peraturan PLN menetapkan layanan listrik pascabayar harus dilakukan pembayaran paling lambat tanggal 20 setiap bulannya. Meski sudah ditetapkan demikian, namun masih banyak juga pelanggan yang terlambat melakukan pembayaran listrik.

Dalam menjalani fungsinya PLN memberi sanksi kepada pelanggan yang terlambat dalam membayar tagihan listrik yaitu pemutusan dan atau denda biaya keterlambatan yang langsung diakumulasikan kedalam tagihan listrik pelanggan dengan perhitungan yang berbeda pada setiap daya listrik.

Untuk denda biaya keterlambatan yang diterima pelanggan jika menunggak pembayaran tagihan listrik berbeda-beda tergantung jenis batas daya yang terpasang. Pengenaan denda ini sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2022.

Megahmark

General Manager PLN Unit Induk Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, J.A. Ari Dartomo menerangkan bahwa tidak hanya dikenakan denda biaya keterlambatan, namun pelanggan yang terlambat membayar tagihan listrik akan dilakukan pemutusan listrik sementara.

“Di bulan pertama menunggak, listrik akan diputus sementara melalui Miniature Circuit Breaker (MCB). Perangkat elektromekanis ini berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari arus lebih (over current). Jika ini terjadi, listrik di rumahmu otomatis tidak bisa menyala,” terang Dartomo.

“Jika tunggakan listrik pelanggan sudah memasuki 2 bulan, sanksi yang diberikan lebih berat lagi. Listrik akan diputus sementara dengan pembongkaran Alat Pengukur dan Pembatas (APP) berupa kWH meter beserta MCB. Tidak cuma itu, aliran dari tiang migrasi ke meteran listrik dirumah pelanggan juga akan diputus,” lanjut Dartomo.

“Pada bulan ketiga jika masih menunggak pembayaran listrik maka pelanggan harus bersiap untuk dicoret dari daftar pelanggan PLN dan listrik pascabayar milik pelanggan tersebut akan diputus secara permanen. Jika hal ini sudah terjadi, maka pelanggan harus melunasi tunggakan dan membayar biaya penyambungan pasang baru dengan menggunakan kWH meter prabayar,” pungkasnya.

Megahmark

Sampai dengan saat ini masih banyak pelanggan yang sering menunggak pembayaran listrik dan apabila petugas PLN datang untuk melakukan penindakan berupa pemutusan sementara, masih ada pelanggan yang memberikan pembelaan dan menyatakan beberapa pernyataan bahwa petugas PLN tidak melaksanakan tugas sesuai aturan.

“Dalam hal ini kami terangkan bahwa seluruh petugas PLN telah kami persiapkan untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk itu jika masih ada pelanggan yang menunggak, alangkah baiknya untuk segera melunasi tagihan listriknya sehingga terhindar dari sanksi pemutusan sementara,” ungkap  Revanny Yudhistira, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan.

Untuk itu PLN mengimbau kepada seluruh pelanggannya, untuk kemudahan pembayaran tagihan listrik, pelanggan dapat memanfaatkan Aplikasi PLN Mobile. Dalam aplikasi ini terdapat banyak fitur layanan, mulai dari pembayaran tagihan listrik, pembelian token, pengaduan gangguan, dan layanan lainnya. Dengan PLN Mobile, semua makin mudah. (rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *