BisnisManado.com, Manado – Taman Nasional Bunaken kini memasuki era baru dalam pengelolaan pariwisatanya dengan peresmian portal e-ticketing yang dilakukan oleh Menteri Kehutanan (menhut), Raja Juli Antoni, pada Sabtu pekan lalu. Langkah ini tidak hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga mendukung transformasi digital di sektor pariwisata dan konservasi alam.
Portal e-ticketing memungkinkan wisatawan mendaftar dan membeli tiket masuk secara daring. Dalam uji coba yang dilakukan, Menhut menggunakan layanan transaksi berbasis QRIS yang disediakan oleh Bank BRI, menandai dimulainya implementasi cashless di kawasan wisata ini. Branch Office Head BRI Manado Sarapung, Wayan Agsus Parta, turut hadir mendampingi uji coba tersebut.
Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat digitalisasi di kawasan konservasi. “Ini adalah salah satu program prioritas 100 hari kerja kami. Digitalisasi memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus memastikan transparansi keuangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menhut menyebutkan bahwa sistem e-ticketing akan mencatat seluruh pendapatan tiket secara akurat dan langsung masuk ke kas negara. “Dengan digitalisasi, potensi kebocoran anggaran dapat diminimalkan, dan pengelolaan keuangan menjadi lebih akuntabel,” tambahnya.
Selain mempermudah transaksi, sistem ini juga memungkinkan pemantauan jumlah pengunjung secara lebih terukur, yang berdampak positif bagi pelestarian lingkungan. “Kami harus memastikan ekosistem Bunaken tetap terjaga meskipun kunjungan wisatawan meningkat,” tegas Raja Juli.
Branch Office Head BRI Manado Sarapung, Wayan Agsus Parta, mengungkapkan bahwa Bank BRI mendukung penuh inisiatif ini dengan menyediakan layanan QRIS sebagai wujud transformasi keuangan digital di destinasi wisata. “Kami siap berkontribusi dalam mendorong kemajuan pariwisata Indonesia melalui solusi pembayaran yang modern dan mudah diakses,” ujar Wayan.

Melalui penerapan e-ticketing dan fasilitas transaksi QRIS, Taman Nasional Bunaken bertransformasi menuju era pariwisata digital yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan.
(bim)









Tinggalkan Balasan