BisnisManado.com, Kotamobagu — Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Kotamobagu menggelar Workshop Pembuatan Eco Enzyme dan Lomba Daur Ulang sebagai bagian dari Gerakan Peduli Lingkungan. Kegiatan bertema Mengubah Sampah Organik Menjadi Solusi Ramah Lingkungan tersebut menjadi upaya mendorong kebiasaan pengelolaan sampah sejak dari lingkungan keluarga melalui pemanfaatan limbah organik dan barang bekas.
PLN menilai edukasi mengenai pengolahan limbah rumah tangga dapat menjadi langkah sederhana yang berdampak terhadap pengurangan volume sampah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Gerakan tersebut juga diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, melalui pernyataan resmi (6/7/2026) menyampaikan apresiasi atas inisiatif PIKK PLN UP3 Kotamobagu. Menurutnya, program tersebut selaras dengan komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh aktivitas perusahaan. Ia menilai kebiasaan mengelola limbah organik dari rumah tangga dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan apabila dilakukan secara konsisten.

Workshop menghadirkan pegiat eco enzyme sekaligus wellnesspreneur, Martika Sandra Raupu, yang memberikan materi sekaligus praktik pembuatan eco enzyme dari limbah organik seperti kulit buah dan sayuran. Cairan hasil fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pembersih alami, hingga penghilang bau sehingga memiliki nilai guna bagi rumah tangga.
Selain pelatihan, kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba video daur ulang yang menampilkan beragam inovasi anggota PIKK dalam mengolah barang bekas menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Aktivitas ini menjadi implementasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) sekaligus mendorong kreativitas dalam pengelolaan sampah.
Ketua PIKK PLN UP3 Kotamobagu, Arlin Rau Reki Wowiling, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap visi keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, gerakan peduli lingkungan perlu dimulai dari rumah agar menjadi kebiasaan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau.
(gth)








Tinggalkan Balasan