BisnisManado.com, Halmahera — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, BRI terus memperkuat inklusi keuangan nasional melalui Teras Kapal BRI, layanan perbankan terapung yang menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.
Inisiatif tersebut dinilai menjadi salah satu implementasi nyata program CX100 yang diinisiasi Danantara Indonesia. Program tersebut mendorong transformasi pengalaman pelanggan (customer experience) di lingkungan BUMN dengan mengedepankan kualitas layanan yang mudah diakses, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut terlihat saat Direktur Operations BRI Hakim Putratama bersama jajaran Danantara Indonesia meninjau operasional Teras Kapal Bahtera Seva II di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Dalam kegiatan tersebut, BRI juga menyerahkan bantuan Program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa alat produksi kepada UMKM Putri Bajo untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha masyarakat setempat.

Dijelaskan bahwa selama hampir satu dekade, Teras Kapal telah menjadi ujung tombak layanan perbankan di wilayah kepulauan. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2015, layanan tersebut menghadirkan akses transaksi keuangan, konsultasi perbankan, hingga pembiayaan bagi masyarakat yang sebelumnya sulit menjangkau kantor layanan bank.
Lewat keterangan resminya (6/5/2026), disampaikan bahwa, Teras Kapal BRI saat ini beroperasi di sejumlah wilayah strategis, yakni Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu, Bahtera Seva II di Halmahera Selatan, Bahtera Seva III di Kepulauan Anambas, serta Nera Seva di Labuan Bajo. Kehadiran armada tersebut memungkinkan layanan perbankan menjangkau pulau-pulau yang tersebar dan berjarak jauh dari pusat layanan keuangan.
Di Halmahera Selatan, Teras Kapal Bahtera Seva II melayani delapan titik pelabuhan yang tersebar di lima pulau melalui siklus perjalanan selama lima hari. Wilayah layanan tersebut mencakup Kupal, Bajo, Lele, Madopolo, Gane Dalam, Pasipalele, Saketa, hingga Kayoa.
Selain melayani transaksi perbankan seperti pembukaan rekening, pembayaran, dan layanan kredit, Teras Kapal juga dilengkapi fasilitas ATM serta didukung petugas teller, customer service, dan kredit mikro. Operasional layanan tersebut diperkuat jaringan Branch Office Ternate beserta kanal digital yang mencakup ATM, CRM, BRILink Agen, EDC, hingga merchant QRIS.
Kehadiran Teras Kapal BRI semakin relevan mengingat Halmahera Selatan memiliki potensi ekonomi yang besar dengan lebih dari 16.000 UMKM serta sekitar 139.000 tenaga kerja yang bergerak di sektor perikanan, perdagangan, dan usaha mikro. BRI mencatat sebanyak 216 masyarakat Suku Bajo telah memanfaatkan layanan keuangan melalui Teras Kapal, termasuk akses pembiayaan untuk nelayan dan pelaku usaha kerupuk ikan.
Tak hanya itu, BRI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp2,5 miliar kepada masyarakat Suku Bajo. Dana tersebut digunakan untuk pembelian kapal, peralatan melaut, hingga pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan. Kehadiran tiga BRILink Agen yang melayani sekitar 400 transaksi setiap bulan turut memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan Teras Kapal merupakan bentuk nyata komitmen perseroan dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Menurutnya, model layanan yang hadir langsung ke wilayah kepulauan tidak hanya memperluas akses perbankan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui kemudahan transaksi dan akses pembiayaan yang lebih dekat.
Sementara itu, Chief Marketing Officer Danantara Indonesia Dendi T. Danianto menilai implementasi Teras Kapal BRI sejalan dengan semangat CX100 yang mendorong BUMN semakin berorientasi kepada kebutuhan masyarakat. Melalui indikator CX100 Index dan kampanye “Melayani Sepenuh Hati”, Danantara menargetkan transformasi layanan publik yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih humanis bagi masyarakat.
Menurut Dendi, sinergi yang dibangun antar-BUMN diharapkan mampu memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah, termasuk kawasan kepulauan yang selama ini memiliki tantangan akses layanan yang lebih besar.
(rls/bim)








Tinggalkan Balasan