BisnisManado.com, Manado – Kinerja layanan transaction banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI di Regional Office (RO) Manado menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat pada awal 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya aktivitas transaksi digital melalui aplikasi BRImo.

Tercatat sepanjang 1 Januari hingga 14 Maret 2026, total transaksi finansial BRImo di wilayah RO Manado yang meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Palu, dan Maluku Utara mencapai 54.641.484 transaksi dengan nilai Rp 62.136.413.076.854 atau sekitar Rp 62 triliun.

Regional CEO BRI Manado, Irma Elisabeth Prima Sari, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penggunaan layanan transaksi digital oleh masyarakat.

BRImo (Foto : BRI)

Menurutnya, hal ini juga mencerminkan meningkatnya tingkat kepercayaan nasabah terhadap layanan digital BRI serta semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transaksi non tunai.

“Memang ada momentum seperti perayaan Tahun Baru Imlek dan juga persiapan menjelang Ramadan yang ikut mendorong transaksi. Namun yang lebih penting adalah adanya perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin terbiasa bertransaksi secara digital,” ujarnya.

Dari capaian tersebut, BRI melihat potensi besar bagi penguatan ekosistem transaksi digital sekaligus mendukung pertumbuhan dana murah perseroan.

Karena itu, BRI akan terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami kemudahan dan manfaat transaksi digital melalui BRImo.

Elisabeth menambahkan, pertumbuhan transaksi digital perlu diimbangi dengan sinergi seluruh lini bisnis di BRI agar layanan kepada nasabah semakin optimal.

Selain itu, BRI juga terus menghadirkan berbagai program apresiasi bagi nasabah seperti undian Simpedes, BritAma, serta berbagai program promo bersama merchant.

“Inovasi dan program yang menguntungkan nasabah perlu terus dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan masyarakat kepada BRI,” kata Elisabeth.

Ke depan, Elisabeth berharap tren pertumbuhan transaksi digital di wilayah RO Manado dapat terus berlanjut seiring meningkatnya literasi keuangan dan penggunaan layanan perbankan digital di masyarakat.

 

(bim)