BisnisManado.com, Jakarta – Timnas Indonesia resmi mengumumkan daftar 28 pemain yang akan berlaga dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Di bawah arahan pelatih Patrick Kluivert, skuad Garuda akan menghadapi dua laga penting melawan Arab Saudi (9 Oktober 2025) dan Irak (12 Oktober 2025).

Indonesia tergabung di Grup B bersama dua tim kuat tersebut, dan hanya juara grup yang akan langsung melaju ke Piala Dunia 2026. Sementara itu, posisi runner-up masih harus melewati babak play-off. Oleh karena itu, setiap keputusan pemilihan pemain menjadi perhatian besar publik dan pecinta sepak bola nasional.

Meski memanggil sejumlah pilar utama seperti Maarten Paes, Justin Hubner, hingga Ricky Kambuaya, ada sejumlah nama yang mengejutkan karena tidak masuk dalam skuad kali ini. Sebagian besar dari mereka adalah pemain yang selama ini cukup akrab dengan panggilan Timnas.

Berikut enam pemain ternama yang tidak disertakan dalam skuad Garuda untuk laga penentu Oktober mendatang dikutip dari bola.net (26/9/2029) :

1. Rafael Struick

(Foto : Istimewa)

Struick kembali tak masuk dalam skuad Timnas senior, setelah sebelumnya juga absen pada laga September. Fokusnya bersama Timnas U-23 dan proses adaptasi di klub barunya, Dewa United, tampaknya menjadi alasan utama.

Di tengah persaingan yang ketat di lini depan, performa reguler dan konsistensi menjadi tuntutan utama. Rafael masih memiliki waktu untuk membuktikan diri dan kembali ke radar tim utama di masa mendatang.

2. Mees Hilgers

(Foto: X/@fctwente)

Bek keturunan Indonesia-Belanda ini tengah menghadapi situasi sulit di klubnya, FC Utrecht. Minimnya waktu bermain dan belum jelasnya masa depan transfernya membuat kondisi fisiknya jadi tanda tanya.

Dengan level kompetisi yang tinggi di babak ini, Kluivert tampaknya tak mau ambil risiko membawa pemain yang belum sepenuhnya bugar atau match-fit. Akibatnya, Hilgers harus absen untuk dua laga penting ke depan.

3. Ivar Jenner

(FOTO : Istimewa)

Nama Ivar Jenner mulai jarang terlihat di daftar pemain Timnas belakangan ini. Kembalinya Joey Pelupessi dan meningkatnya performa Ricky Kambuaya menjadi faktor kuat yang menggeser posisi Ivar di lini tengah.

Tidak dipanggilnya Ivar untuk kali kedua berturut-turut menunjukkan bahwa persaingan di lini tengah semakin ketat. Meski begitu, peluangnya kembali ke Timnas tentu masih terbuka jika ia mampu tampil konsisten di level klub.

4. Marselino Ferdinan

Marselino Ferdinan (Facebook.com/Timnas Indonesia)

Gelandang muda berbakat ini harus absen dari skuad utama usai baru menjalani awal karier yang belum stabil bersama klub barunya, AS Trencin. Marselino sebelumnya kesulitan mendapatkan menit bermain di Oxford United, dan hingga kini masih dalam proses adaptasi.

Selain itu, performanya dalam laga melawan Chinese Taipei dan Lebanon bulan lalu dinilai belum cukup meyakinkan pelatih. Kluivert memilih untuk memberikan waktu bagi Marselino memulihkan performanya di level klub sebelum kembali mengenakan seragam Merah Putih.

5. Nadeo Argawinata

(FOTO : Muhammad Alif Aziz Mardiansyah/Bolasport.Com)

Kiper berpengalaman milik Borneo FC ini juga tak tercantum dalam daftar skuad. Meski sering menjadi pelapis di bawah mistar, kehadirannya biasanya memberi stabilitas di sektor penjaga gawang.

Namun, Kluivert tampaknya lebih percaya pada kombinasi tiga kiper: Emil Audero, Maarten Paes, dan Ernando Ari. Absennya Nadeo menunjukkan adanya perubahan strategi, serta fokus pada kiper yang lebih aktif bermain di level kompetitif tertinggi.

6. Adrian Wibowo

(Foto: X/@LAFC)

Pemain muda ini sempat mencuri perhatian saat melakukan debut pada FIFA Matchday September 2025 melawan Lebanon. Namun, hanya satu penampilan belum cukup untuk mengamankan tempatnya di skuad utama.

Dengan kembalinya Ole Romeny dan padatnya persaingan di lini depan, Adrian harus bersabar. Kluivert menegaskan bahwa performa dan kesiapan di level klub tetap menjadi indikator utama untuk menentukan siapa yang layak tampil di level internasional.

Ketiadaan enam pemain tersebut menegaskan bahwa persaingan menuju Piala Dunia 2026 semakin ketat. Pelatih Patrick Kluivert tampaknya memilih pendekatan yang lebih realistis dan berbasis performa terkini.

Meski beberapa keputusan menuai reaksi dari publik, perlu disadari bahwa pemilihan pemain adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan Indonesia tampil optimal di panggung dunia. Apakah keputusan ini akan berbuah manis? Kita tunggu hasilnya di bulan Oktober nanti.

 

(bim)