BisnisManado.com, Manado — Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 akhirnya selesai. Penutupannya berlangsung santai di pelataran Museum Daerah Sulut, Manado, Minggu (4/10/2026).

Setelah tiga hari diisi berbagai kegiatan literasi, suasana penutupan dibuat lebih rileks dengan penampilan dua musisi, Adhitia Sofyan dan Endah N Resa. Musik membuat suasana festival terasa lebih dekat dan tidak kaku.

Adhitia Sofyan tampil bersama violinist Dika Chasmala. Beberapa lagu andalannya dibawakan, mulai dari Blue Sky Collapse, Memilihmu, Gaze, 8 Tahun, sampai Ada Sesuatu di Jogja dan Adelaide Sky.

Penampilan Adhidya Sofyan (bim)

Penonton kemudian diajak menikmati penampilan Endah N Resa. Enam lagu dibawakan dan ditutup dengan “Menua Bersama”. Suasana pun makin hangat, dengan penonton ikut menikmati lagu-lagu yang dibawakan.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus juga hadir dalam acara tersebut bersama Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay dan jajaran Pemprov Sulut. Yulius mengaku senang melihat Festival Literasi Sulut 2026 bisa berjalan dengan baik.

Menurut Yulius, literasi bukan cuma soal membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi juga soal bagaimana anak muda melihat persoalan, mencari solusi dan kemudian menghasilkan karya.

Endah n Reza (bim)

Ia berharap semangat seperti itu terus tumbuh di kalangan anak muda Sulut. Jangan sampai perkembangan zaman justru membuat kebiasaan membaca, berpikir dan berkarya semakin hilang.

Festival ini juga tidak hanya soal buku dan diskusi. Ada UMKM yang ikut meramaikan acara, sehingga pengunjung bisa menikmati festival sambil melihat berbagai produk usaha lokal.

Festivalnya memang sudah selesai. Tapi semangatnya diharapkan tetap lanjut membaca lebih banyak, menulis lebih sering, berpikir lebih luas dan tentu saja terus berkarya.

 

(bim)