BisnisManado.com, Manado – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas strategi inklusi keuangan melalui penguatan literasi sejak usia sekolah. Langkah tersebut diwujudkan dengan penyerahan simbolis Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) BRI kepada siswa SMA Negeri 9 Manado dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2026, Selasa (29/7).

Inisiatif ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Kalangan pelajar dinilai menjadi kelompok strategis dalam membangun budaya pengelolaan keuangan sejak dini.

Melalui Tabungan SimPel, BRI menghadirkan produk tabungan dengan persyaratan sederhana yang memungkinkan pelajar mulai mengenal sistem perbankan, membangun kebiasaan menabung, hingga memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

(Istimewa)

Regional CEO BRI Region 16 Manado, Irma Elizabeth, mengatakan pembentukan literasi keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

“Menabung bukan hanya mengenai berapa besar uang yang disimpan, tetapi mengenai pembentukan karakter disiplin, kemampuan merencanakan masa depan, dan kebiasaan mengelola keuangan secara bijaksana. Melalui Tabungan SimPel BRI, kami ingin memastikan bahwa para pelajar memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal sejak dini,” ujar Irma.

Ia menambahkan, implementasi program SimPel sejalan dengan agenda TPAKD dalam memperluas akses keuangan yang lebih merata, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurut Irma, peningkatan inklusi keuangan tidak berhenti pada bertambahnya jumlah pemilik rekening. Yang lebih penting adalah mendorong masyarakat memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara produktif sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, membuka peluang pendapatan baru, menekan angka kemiskinan, serta mengurangi ketimpangan ekonomi di daerah.

Untuk mendukung tujuan tersebut, BRI terus memperkuat perannya melalui jaringan layanan yang luas, pengembangan layanan perbankan digital, edukasi keuangan, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan berbagai ekosistem ekonomi daerah.

“BRI akan terus memberikan dukungan melalui jaringan kerja yang luas, penguatan edukasi keuangan, digitalisasi layanan perbankan, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan berbagai ekosistem ekonomi daerah. Kami percaya akses keuangan yang inklusif akan menciptakan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Irma.

BRI optimistis kolaborasi yang terjalin melalui TPAKD bersama pemerintah daerah, OJK, institusi pendidikan, dan seluruh anggota TPAKD mampu mempercepat peningkatan tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo secara berkelanjutan.

Penyerahan Tabungan SimPel kepada siswa SMA Negeri 9 Manado juga menjadi simbol bahwa penguatan akses keuangan idealnya dimulai sejak bangku sekolah. Dengan bekal literasi dan akses terhadap layanan perbankan formal, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi individu yang cakap mengelola keuangan, produktif, serta mampu mengambil keputusan finansial secara bijaksana.

 

(bim)