BisnisManado.com, Jakarta — PT Indosat Tbk. (ISAT) bersiap memperluas cakupan bisnisnya dengan menyasar sektor-sektor strategis yang sedang berkembang pesat. Melalui pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan telekomunikasi ini mengumumkan rencana penambahan sejumlah kegiatan usaha baru yang dinilai potensial mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Langkah ekspansi ini mencakup bidang-bidang yang semakin relevan di era digital seperti layanan telekomunikasi untuk kebutuhan pertahanan dan keamanan, jasa jual kembali telekomunikasi, serta pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, Indosat juga akan mulai masuk ke konsultasi dan desain Internet of Things (IoT), sistem pendukung pembayaran digital, layanan periklanan, dan penelitian pasar.

Menurut manajemen ISAT, diversifikasi usaha ini bukan hanya upaya adaptif terhadap tren teknologi dan kebutuhan pasar, melainkan juga strategi untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri yang kian dinamis. “Dengan penambahan kegiatan usaha ini, kami optimistis dapat menciptakan nilai lebih bagi perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem digital nasional,” ungkap manajemen dalam keterangannya dikutip dari CNBC Indonesia Selasa, 15 April 2025.

Berdasarkan proyeksi internal, lini usaha baru ini diperkirakan akan menyumbang pendapatan sebesar Rp1,18 triliun di tahun pertama dengan potensi pertumbuhan rata-rata sebesar 5% per tahun. Margin laba kotor diproyeksikan mencapai 33%, sementara imbal hasil investasi (ROI) di akhir periode diperkirakan menyentuh 19,03%, dengan rerata ROI tahunan sebesar 30,08%.

Menariknya, ekspansi ini tak memerlukan sumber pendanaan eksternal tambahan. Indosat mengandalkan efisiensi pengelolaan modal kerja dan kesiapan sumber daya manusia yang telah disiapkan untuk mengisi kebutuhan operasional di bidang-bidang baru tersebut.

“Seluruh aktivitas ini akan dijalankan oleh tenaga profesional dengan kompetensi khusus, termasuk para ahli AI dan sistem IoT yang sudah menjadi bagian dari strategi transformasi digital perusahaan,” tambah manajemen.

Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, rencana ini akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025, baik secara daring maupun tatap muka di Gedung Indosat Ooredoo Hutchison. Pemanggilan resmi RUPS akan dilakukan pada 29 April 2025 dengan agenda utama membahas laporan studi kelayakan dari Kantor Jasa Penilai Independen dan menyetujui perubahan maksud serta kegiatan usaha perusahaan.

 

(bim)