Presiden Jokowi Apresiasi Komitmen BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Inklusi Keuangan

Presiden Joko Widodo membuka BRI Microfinance Outlook 2024. (Dok. BRI)

BisnisManado.com, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inklusi keuangan. Pujian tersebut disampaikan saat membuka acara BRI Microfinance Outlook 2024 di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan, Kamis 7 Maret 2023.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyoroti pentingnya perhatian kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mencapai jumlah luar biasa, yaitu 65,1 juta. Ia menegaskan bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 61%, sementara penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM mencapai 97%.

Bacaan Lainnya

Presiden juga memberikan apresiasi dan penghargaan atas peran BRI dalam memberdayakan UMKM hingga ke pelosok desa. Ia menyambut baik upaya digital banking BRI yang membawa perubahan signifikan, menggantikan peran rentenir yang sebelumnya mendominasi.

BRI Microfinance Outlook 2024, sebagai acara tahunan BRI, dirancang untuk membahas peran UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi inklusif. Acara ini menghadirkan sesi diskusi dengan pembicara dari kalangan expert, professional, dan pemerintah.

Megahmark

BRI Microfinance Outlook 2024 (Dok. BRI)

Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan peran perbankan, khususnya BRI, dalam memberdayakan komunitas UMKM. Ia memaparkan pembentukan Holding Ultra Mikro sebagai langkah nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial. Holding ini telah mampu mencapai 44 juta nasabah kredit UMKM dan 173 juta nasabah simpanan/tabungan.

BRI juga terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan melalui AgenBRILink. Jumlah AgenBRILink mencapai 741 ribu agen hingga akhir Desember 2023, memberikan kemudahan bertransaksi bagi masyarakat tanpa harus pergi ke kantor cabang atau ATM.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan perlunya perhatian khusus terhadap UMKM, yang saat ini menyumbang 97% job creation di Indonesia. Meskipun telah ada upaya, Sri Mulyani menyatakan bahwa sinergi perlu ditingkatkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menkop UKM Teten Masduki menyoroti tantangan pemberdayaan UMKM yang terkadang terputus hubungannya dengan industri. Inovasi kebijakan seperti optimalisasi kredit rantai pasok dan dukungan asuransi penjaminan dianggap perlu untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Keberadaan para pemimpin kabinet menandakan dukungan pemerintah terhadap inisiatif BRI.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM, diharapkan upaya bersama ini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi dan inklusif. (rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *