BisnisManado.com, Manado – Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk meningkatnya popularitas permainan daring (game online) di kalangan anak-anak dan remaja. Menyikapi fenomena tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa penyuluhan bertajuk “Pengaruh Game Online terhadap Kesehatan dan Akademik” dilaksanakan di SMP Negeri 5 Manado dengan menghadirkan Dr. Livianni Lambe, S.S., M.Pd sebagai pemateri bagi para guru.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga pendidik mengenai dampak penggunaan game online yang semakin masif di kalangan pelajar, baik dari sisi kesehatan fisik, kesehatan mental, maupun pencapaian akademik siswa.
Dalam pemaparannya, Dr. Livianni Lambe menjelaskan bahwa perkembangan internet yang semakin luas telah membuat akses terhadap game online menjadi sangat mudah. Berdasarkan data terbaru, tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5 persen pada tahun 2024, dengan pengguna terbesar berasal dari generasi muda, khususnya Generasi Z.

“Game online memang dapat menjadi sarana hiburan, pelepas stres, hingga media interaksi sosial. Namun penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi siswa usia sekolah,” jelasnya.
Dampak pada Kesehatan Fisik
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa kebiasaan bermain game dalam durasi panjang dapat memengaruhi kesehatan fisik. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara intensitas bermain game dengan peningkatan indeks massa tubuh, bertambahnya lemak tubuh, berkurangnya aktivitas fisik, hingga menurunnya kualitas tidur.
Selain itu, siswa yang terlalu lama berada di depan layar cenderung memiliki pola hidup kurang aktif, lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji, dan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari.

Pengaruh terhadap Kesehatan Mental
Aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian utama dalam penyuluhan ini. Dr. Livianni menjelaskan bahwa kecanduan game online atau Internet Gaming Disorder (IGD) telah diakui sebagai gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi kehidupan sosial, pendidikan, serta hubungan keluarga seseorang.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kecanduan game dapat berkaitan dengan munculnya kecemasan, depresi, kesepian, rendah diri, hingga gangguan tidur. Bahkan, paparan konten kekerasan dalam beberapa jenis permainan berpotensi meningkatkan perilaku agresif pada remaja.
Meski demikian, game tidak selalu berdampak negatif. Dalam batas yang wajar, permainan digital juga dapat membantu mengurangi stres, memberikan rasa senang, dan menjadi sarana relaksasi setelah menjalani aktivitas belajar yang padat.
Hubungan dengan Prestasi Akademik
Pada sesi pembahasan akademik, dijelaskan bahwa sejumlah penelitian menemukan adanya penurunan prestasi belajar pada siswa yang terlalu sering bermain game, terutama pada hari-hari sekolah karena berkurangnya waktu belajar dan mengerjakan tugas.
Namun demikian, beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa game tertentu juga dapat melatih kemampuan kognitif seperti konsentrasi, persepsi, pengambilan keputusan, serta kemampuan memecahkan masalah.
“Yang terpenting bukan melarang siswa bermain game sepenuhnya, tetapi bagaimana mengelola waktu bermain secara bijak agar tidak mengganggu kesehatan maupun proses belajar mereka,” ungkap Dr. Livianni, Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Manado.
Guru Berperan Penting dalam Pengawasan
Lewat kegiatan PKM ini, para guru SMP Negeri 5 Manado memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena game online yang saat ini menjadi bagian dari kehidupan peserta didik. Guru diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pengawasan agar siswa mampu memanfaatkan teknologi digital secara sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan pertukaran pengalaman antara pemateri dan peserta. Para guru menyambut baik materi yang disampaikan karena dinilai relevan dengan tantangan pendidikan di era digital saat ini.
Kegiatan ini diharapkan tercipta sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam membimbing siswa agar mampu menyeimbangkan aktivitas bermain game dengan kewajiban belajar, menjaga kesehatan fisik, serta memelihara kesehatan mental demi mendukung prestasi akademik yang optimal.
(Sumber: Materi PKM “Pengaruh Online Game terhadap Kesehatan dan Akademik” oleh Dr. Livianni Lambe, S.S., M.Pd, SMP Negeri 5 Manado, 2026)
- Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNIMA
- Dr. Livianni Lambe S.S. M.Pd
- Game Online
- Guru SMP Negeri 5 Manado
- Kesehatan Fisik Siswa
- Kesehatan Mental Remaja
- Literasi Digital Sekolah
- Pengabdian Kepada Masyarakat
- Pengaruh Game Online
- Penyuluhan Dampak Game Online
- PKM Pendidikan
- Prestasi Akademik Siswa
- SMP Negeri 5 Manado








Tinggalkan Balasan