Oleh Dr. Livianni Lambe, SS., M.Pd
BUNAKEN KEPULAUAN dikenal sebagai surga bawah laut Indonesia. Namun di balik pesona alamnya, wilayah ini menyimpan tantangan serius di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, khususnya bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satunya terjadi di SMK Negeri 7 Manado, sekolah yang terletak di wilayah strategis Bunaken Kepulauan, Kota Manado.
Meski telah berdiri sejak 2018 dan menjadi favorit masyarakat, sekolah ini menghadapi masalah klasik: banyak lulusan yang tidak terserap ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Tantangan Pendidikan di Tengah Keindahan Laut
Permasalahan ini diperparah dengan belum adanya upaya konkret untuk membekali siswa dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja. Guru sebagai ujung tombak pembelajaran, belum banyak menerapkan metode inovatif yang dapat membantu siswa mengembangkan kreativitas dan kemandirian.

Salah satu metode yang berpotensi besar untuk menjawab tantangan ini adalah penggunaan graphic organizers yang dikombinasikan dengan metode pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL). Metode ini dipercaya mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan praktis siswa, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.
Meningkatkan Kapasitas Guru: Fokus Program Pengabdian
Melihat kondisi tersebut, tim dosen dan mahasiswa melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hadir untuk memberikan solusi nyata. Program ini berfokus pada pemberdayaan guru SMKN 7 Manado, khususnya dalam meningkatkan kapasitas mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang inovatif dan kontekstual.
Tiga tantangan utama yang diidentifikasi adalah:
Rendahnya pengetahuan guru tentang graphic organizers.
Belum optimalnya pemahaman tentang PjBL untuk pelajaran Bahasa Inggris.
Minimnya keterampilan guru dalam mengembangkan perangkat ajar berbasis proyek.

Solusi: Pelatihan dan Pendampingan Intensif
Untuk menjawab tantangan tersebut, program PKM melaksanakan pelatihan intensif yang mencakup:
• Pengenalan dan praktik graphic organizers dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
• Penerapan PjBL yang relevan dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa.
• Pendampingan dalam pengembangan modul ajar lengkap: mulai dari RPP, bahan ajar, LKPD, media hingga evaluasi berbasis proyek.
Program ini menargetkan lebih dari 80% guru mampu memahami dan mengimplementasikan metode ini secara mandiri. Prosesnya dimulai dari observasi dan sosialisasi, dilanjutkan dengan sesi pembelajaran teoritis dan praktik langsung, dan ditutup dengan evaluasi modul yang telah disusun oleh guru.
Harapan: Pembelajaran Lebih Bermakna, Masa Depan Siswa Lebih Cerah
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru SMKN 7 Manado di Bunaken Kepulauan dapat menjadi agen perubahan dalam pembelajaran. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing siswa untuk mengembangkan keterampilan abad 21 yang dibutuhkan di dunia kerja.

Dengan metode yang lebih aplikatif dan menarik, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya, berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
Program ini juga akan dipublikasikan melalui media sosial dan media online, agar semakin banyak pihak yang terinspirasi dan terdorong untuk melakukan inisiatif serupa di wilayah lain. (*)









Tinggalkan Balasan