Bisnismanado.com — Langkah Timnas Indonesia kembali mencuri perhatian di kancah sepak bola Asia. Dari total 19 negara yang sudah memastikan tempat di Piala Asia 2027, Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang telah mengamankan tiket lebih awal.
Kepastian ini diraih setelah skuad Garuda sukses melangkah ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Juni 2024 lalu. Bersama 17 negara kuat lainnya—termasuk Jepang, Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, dan Australia—Indonesia memastikan diri tampil di ajang empat tahunan yang akan digelar di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Menurut laporan Okezone, 18 negara otomatis lolos ke Piala Asia karena menembus babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Daftar tersebut mencakup Arab Saudi, Australia, Irak, Iran, Uzbekistan, Qatar, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea Selatan, Oman, Palestina, Bahrain, Yordania, China, Korea Utara, Kuwait, Kirgistan, dan tentu saja Indonesia.

Dengan total 24 tim peserta, kini tersisa enam slot terakhir yang akan diperebutkan oleh 24 negara lain melalui babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 yang berlangsung dari Maret 2025 hingga Maret 2026. Setiap grup hanya akan mengirimkan satu juara grup ke putaran final.
Suriah Sudah Amankan Tiket, Siapa Menyusul dari ASEAN?
Satu dari enam tiket tersisa telah dipastikan menjadi milik Suriah, yang tampil gemilang dengan 12 poin dari empat laga. Posisi mereka di puncak klasemen Grup E tak mungkin lagi tergeser.
Menariknya, beberapa wakil Asia Tenggara masih punya peluang untuk menyusul Indonesia.
Filipina sementara memimpin Grup A dengan 10 poin, meski masih bersaing ketat dengan Tajikistan. Thailand menempati posisi kedua Grup D dengan 9 poin, sama seperti Turkmenistan di puncak klasemen. Singapura tampil mengejutkan di Grup C, duduk di posisi dua dengan 8 poin, sejajar dengan Hong Kong. Sedangkan Malaysia dan Vietnam juga bersaing ketat di Grup F, di mana Malaysia memimpin dengan 12 poin, unggul tiga dari Vietnam.
Namun, Malaysia tengah menghadapi potensi sanksi berat. Jika terbukti menurunkan tujuh pemain naturalisasi ilegal pada laga kontra Nepal dan Vietnam, tim Harimau Malaya terancam pengurangan enam poin oleh Badan Arbitrase Olahraga (CAS).
Keberhasilan Timnas Indonesia menjadi satu-satunya wakil ASEAN sejauh ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas dan konsistensi permainan. Tak hanya di lapangan, prestasi ini juga mencerminkan keberhasilan pengelolaan sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan skuad muda yang mulai matang dan dukungan suporter yang terus menguat, Indonesia kini bukan sekadar “penggembira” di level Asia, melainkan kompetitor yang mulai diperhitungkan.
Piala Asia 2027 pun dipandang sebagai panggung penting untuk menguji kedalaman skuad, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan baru di sepak bola Asia Tenggara.
(thw)









Tinggalkan Balasan